BPBD Diskusi Publik, Susun Peta Resiko Bencana

oleh -135 views
Suasana diskusi publik BPBD Berau dalam menyusun peta resiko bencana.

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Antisipasi dalam menghadapi bencana yang bisa saja terjadi di Kabupaten Berau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau melakukan diskusi publik penyusunan dokumen peta resiko bencana di Kabupaten Berau, Selasa (12/11). Hasil akhirnya akan dituangkan dalam bentuk peraturan bupati untuk dapat diimplementasikan secara penuh. Diskusi dibuka Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM, dan dihadiri instansi terkait.

Dalam kesempatan ini, Muharram menyampaikan, agar ada pemahaman mengenai kondisi yang ada serta langkah-langkah yang diambil untuk menghadapi bencana tersebut. Melalui pembahasan ini juga diharapkan bisa menghasilkan kebijakan-kebijakan strategis untuk siap sedia dalam mengatasi bencana yang terjadi, seperti pemberian pemahaman kepada masyarakat serta sosialisasi dini dalam menghadapi becana yang mungkin terjadi.

Mengingat potensi bencana ini bisa saja terjadi kapan saja dan dimana pun. Sehingga perlu ada pemahaman sekaligus pemetaan mengenai resiko bencana yang ada.

Muharram menyampaikan dengan adanya peta bencana serta analisis bencana yang ada ini memberikan kemudahan bagi pemerintah untuk selalu waspada dan bersiap menghadapinya. Dengan adanya kesiapan ini tentu ada langkah-langkah yang bisa dilakukan nantinya jika bencana tersebut terjadi. “Kita pro aktif untuk mendukung. Dalam menyusun ini pun harus dijalankan secara real dan tepat. Sehingga kita fokus dalam menghadapi bencana itu sendiri,” ujarnya.

Muharam mengatakan saat ini belum ada peta bencana yang secara khusus memetakan mengenai potensi bencana yang bakal terjadi. Sehingga sering kali tidak ada kesiapan jika terjadinya bencana. Melalui peta yang akan disusun nantinya, tentu bakal memberikan kemudahan dan gambaran, langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi bencana yang bakal terjadi.

“Tanpa ada peta resiko bencana ini, kita ibaratnya hanya menunggu dan tidak ada kesiapsiagaan secara optimal. Kalau kita sudah tahu informasi ini, maka ada filter awal,” tegasnya.

Kepada para peserta diharapkan agar diskusi tersebut bisa dijalankan dengan maksimal. Sehingga hasilnya bisa dipetakan sesuai dengan kondisi real yang ada di lapangan. “Saya minta agar hasilnya bisa tepat dan nyata. Jangan sampai keliru membuat peta resiko bencana ini, agar tepat sasaran,” pungkasnya. #mar/adv