Jadi Sorotan, 2 Proyek ini “Digeber” Dinas PUPR-Pera Kaltim

oleh -655 views

SAMARINDA, beritakaltim.co- Jalan Tol dan Jembatan Mahakam IV adalah dua proyek besar yang ditunggu-tunggu warga kota Samarinda dan Balikpapan. Dinas PUPR-Pera (Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kaltim) Kaltim menyadari sedang dalam sorotan, sehingga kini berusaha menggeber agar sebelum tutup tahun 2019 sudah rampung semua.

Untuk proyek jalan tol, penyelesaian akhir sedang dikerjakan di seksi 1 dan 5. Sedangkan untuk seksi 2, 3 dan 4 sudah selesai 100 persen. Untuk pekerjaan seksi 1 dan 5 ini dikuatirkan masih ada hambatan, terutama terkait audit tekhnis yang bisa saja muncul rekomendasi harus ada perbaikan.

Kepala BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol), Danang Parikesit, mengungkapkan, pihaknya menjadwal pada perayaan Natal dan tahun baru 2020, jalan Tol sudah bisa dipakai untuk umum.

Seperti diketahui, proyek jalan tol ini sudah berlangsung lebih 10 tahun. Sejak Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak duduk di periode pertama sudah mencanangkan proyek tersebut dan sampai habis masa tugasnya selama 2 periode (2008-2013 dan 2013-2018) proyek tersebut belum juga rampung.

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dibangun sepanjang 99,35 kilometer dibagi dalam lima seksi pekerjaan. Seksi I sepanjang 22,03 kilometer dari Balikpapan – Samboja. Seksi II sepanjang 30,98 kilometer dari Samboja – Muara Jawa. Seksi III sepanjang 17,50 kilometer dari Muara Jawa – Palaran. Sementara, seksi IV sepanjang 17,95 kilometer dari Palaran – Samarinda dan seksi V sepanjang 11,09 kilometer dari Balikpapan – Sepinggan.

Sementara mengenai proyek kedua, Jembatan Mahakam IV yang konstruksinya sudah menyambung dari Jalan Slamet Riyadi Sungai Kunjang ke Kecamatan Samarinda Seberang, juga tinggal penyelesaian tahap akhir. Setelah digelontorkan dana tambahan dari APBD Perubahan 2019, kegiatan proyek bulan November 2019 sudah terlihat lagi. Selain ada pengecoran dan pengaspalan, lampu tematik juga segera dirakit.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim, Taufik Fauzi, lampu tematik didatangkan dari tiga kota. Bukan hanya dari Jakarta, tapi juga dari luar negeri, yaitu Meksiko dan Tiongkok.

Saat ini lampu yang dibeli di luar negeri sudah dalam perjalanan. Setelah itu langsung dilakukan perakitan. Namun bukan langsung dipasang di Jembatan Mahakam IV, tapi dirakit di tempat lain. Menurut Fauzi, setelah selesai dirakit, tinggal diangkut ke Jembatan Mahakam IV dan dipasang.

“Jadi, proses pekerjaan lampu tematik dikerjakan di luar lokasi proyek. Nanti ketika perakitan sudah selesai, langsung dilakukan pemasangan,” ungkap Taufik Fauzi kepada Wartawan.

Kontraktor yang mengerjakan proyek pencahayaan jembatan juga berusaha keras agar mampu mempercepat pekerjaannya hingga selesai pada akhir Desember 2019 ini. Begitu juga pekerjaan lainnya yang memasuki finishing. Untuk lampu, sesuai jadwal pada 30 November 2019 semua sudah datang di workshop perakitan.

“Targetnya pekan kedua Desember, lampu tematik sudah selesai terpasang dan masuk masa pengetesan,” ujarnya. Selain lamput tematik, ada juga pemasangan sirkuit CCTV untuk memonitor seluruh sudut jembatan.

Taufik menjelaskan, pekerjaan yang tersisa selain pemasangan lampu adalah pengaspalan seluruh bentang jembatan dan pemasangan pagar jembatan (railing). Namun sebelum dibuka untuk umum, dilakukan juga uji beban.

Jembatan Mahakam IV dibangun dengan panjang bentang 220 meter, lebar 16,9 meter, tinggi clearance 22 meter. Pembiayaannya menggunakan APBD Kaltim 2012-2013 dan dilanjutkan dengan multi years contract (MYC) 2015-2018.

Anggaran proyek ini, terdiri dari jalan pendekat sisi Samarinda Kota senilai Rp227,7 miliar dan sisi Samarinda Seberang Rp228,8 miliar. Sementara bentang tengah diperkirakan sekitar Rp184,2 miliar. Total anggaran dibutuhkan untuk Jembatan Mahakam IV mencapai Rp640 miliar. Karena anggaran masih kurang, ditambah lagi dengan APBD Perubahan 2019. #

Wartawan: chsiahaan