Natal, Jalan Tol Balikpapan – Samarinda Dibuka untuk Umum

oleh -875 views
Ketika bersama rombongan Presiden Jokowi di jalan tol dekat Bukit Soeharto.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Pekerjaan akhir jalan tol Balikpapan-Samarinda terus digeber. Namun, dari rencana semula semua tuntas pada akhir 2019 kemungkinan masih terhambat pada administrasi audit tekhnis dan perubahan lingkup investasi.

Kepala BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol), Danang Parikesit, mengungkapkan, untuk 66 Kilometer yang menjadi tanggungjawab BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) sudah selesai seratus persen. Yaitu di seksi 2, 3 dan 4. Sedangkan yang masih progres pekerjaan ada di seksi 1 dan 5.

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dibangun sepanjang 99,35 kilometer dibagi dalam lima seksi pekerjaan. Seksi I sepanjang 22,03 kilometer dari Balikpapan – Samboja. Seksi II sepanjang 30,98 kilometer dari Samboja – Muara Jawa. Seksi III sepanjang 17,50 kilometer dari Muara Jawa – Palaran. Sementara, seksi IV sepanjang 17,95 kilometer dari Palaran – Samarinda dan seksi V sepanjang 11,09 kilometer dari Balikpapan – Sepinggan.

Walaupun masih ada kendala, rencananya BPJT membuka jalan penyangga ibu kota negara itu pada saat hari Natal dan Tahun Baru. Dengan demikian, warga yang merayakan hari libur di hari raya dan penggantian tahun bisa menikmati perjalanan melalui jalan tol.

Tentang masih adanya yang belum tuntas di seksi 1 dan 5 itu diakui oleh Taufik Fauzi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim. Menurutnya masih terdapat 2,2 kilometer badan jalan yang belum tersambung yang pada mulanya dikerjakan oleh dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim. Progres konstruksi selanjutnya akan dikerjakan oleh PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda.

Mengenai berapa tarif tol, Taufik Fauzi mengatakan belum ada penetapan berapa besaran tarifnya. Mengenai penetapan tarif ditentukan oleh pemerintah, setelah berunding dengan stakeholder termasuk anggota DPRD Kaltim.

“Sampai saat ini pemerintah belum menetapkan besaran tarif tol. Namun kalau sesuai ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), maka besaran tarif yang dikenakan Rp 1.000 per kilometer,” jelas Taufik. Dengan begitu ancer-ancer tarif sekitar Rp100 ribu per mobil. #

 

Wartawan: chsiahaan