PC Muhammadiyah Sangkulirang Ikut di Sulsel

oleh -111 views
Suasana stan pameran PC Muhammadiyah Sangkulirang.(Foto: Ist)

GOWA, beritakaltim.co– Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sangkulirang ikut tampil sebagai peserta pada kegiatan Expo Cabang Ranting LPCR (Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting) PP Muhammadiyah di Limbung, Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (28/11/2019). Pada kegiatan yang dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir kali ini, PC Muhammadiyah Sangkulirang ikut sebagai “duta” Kutim.

Yakup Fadhila dari PD Muhammadiyah, mewakili tim PC Muhammadiyah yang berangkat menerangkan bahwa keikutsertaan kali ini menjadi bentuk upaya meningkatkan kualitas gerakan. Sesuai ciri Muhammadiyah yang bergerak dan maju.

“Untuk mengenalkan potensi yang dimiliki cabang dan ranting,” sebutnya.

Selain itu, kegiatan cabang Ranting Expo juga dilakukan untuk mendorong pada kemajuan.

Saat pembukaan, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir mengatakan, sejak berdiri,Muhammadiyah telah mengalami perkembangan spektakuler. Bahkan satu tahun sebelum sang pendiri, KH Ahmad Dahlan wafat, Muhammadiyah sudah menyebar ke seantero tanah air. Hingga Muhammadiyah pun masuk di Sulsel tahun 1926.

“Perubahan sosial masyarakat yang cepat, apalagi dengan era informasi dan komunikasi, harus diikuti dan Muhammadiyah harus hadir untuk memandu itu, sehingga masyarakat tidak tercerabut dari akar sosial dan budayanya,” jelasnya.

Haedar menambahkan ranting sebagai pondasi gerakan Muhammadiyah harus maju. Ia pun menjelaskan, indikator ranting maju, bahwa bagaimanapun berkembangnya, pondasinya tetap adalah Islam.

“Kemudian rapatnya tetap hidup dan punya kantor pertemuan. Pimpinannya harus aktif mengurus organisasi. Bukan pengurus yang diurus,” sambungnya.

Selanjutnya, kata dia, seluruh elemen organisasi aktif. Semua organisasi otonom ada dan aktif.

“Ia juga harus selalu ada pengajian. Dulu Muhammadiyah hidup karena pengajian,” lanjutnya.

Kemudian, punya usaha dan amal usaha. Usaha luas termasuk usaha gerakan literasi. Ranting katanya harus ada gerakan membaca, karena orang Indonesia masih sangat lemah dalam membaca. (*/hms3)