Di Palaran Samarinda Ada Pabrik Pupuk NPK, Jualnya ke Riau

oleh -1.157 views
Kepala Perindustrian Kota Samarinda bersama Camat dan Lurah di Palaran mengunjungi PT Sumber Subur Rejeki di Kelurahan Bukuan Kecamatan Palaran yang merupakan produsen dari Sawitree, pupuk NPK slow released.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Pada kunjungan industri minggu lalu, Tim Dinas Perindustrian Kota Samarinda mengunjungi PT Sumber Subur Rejeki di Kelurahan Bukuan Kecamatan Palaran yang merupakan produsen dari Sawitree, pupuk NPK slow released.

Dipimpin Kepala Dinas Perindustrian Kota Samarinda HM Faisal, dijelaskan, tim mereka baru mendapat data perusahaan tersebut dari Kementerian Perindustrian di Jakarta.

“Akhirnya saya memutuskan untuk segera melakukan peninjauan, dua hari setelah mendapatkan informasi tersebut,” ucap Faisal. Kunjungannya dengan mengajak juga  Camat Palaran Suwarso dan Lurah Suyoto.

Menurut keterangan Kepala Pabrik, Syamsu Alam, pupuk yang diproduksi perusahaannya ini merupakan pupuk inovasi dengan pola slow released. Maksudnya pupuk yang terurai secara pelan-pelan, dengan kekhususan untuk tanaman perkebunan terutama sawit.

Dari penjelasan pihak perusahaan, diperoleh informasi kalau perusahaan itu masih kesulitan di pemasaran wilayah Kaltim, namun justru banyak terjual ke provinsi lain di Kalimantan hingga ke Riau.

“Saat ini sudah bisa berproduksi rata-rata sebanyak 60 ton per bulan dengan memperkerjakan karyawan sebanyak 40 orang. Saya kira sudah saatnya perkebunan di Kaltim bisa untuk mencoba produk Samarinda ini,” lanjut Faisal mempromosikan.

Perusahaan ini secara legalitas sudah komplit perizinannya dan produknya juga sudah mempunyai SNI, dari data-data yang di perlihatkan kepada kami, memang pabrik ini cukup luas sekali yang merupakan ex-pabrik resin yang sudah tidak aktif lagi.

Sementara itu Dadi Suryadi sebagai Kepala Pemasaran menerangkan bahwa jika kita menggunakan pupuk untuk tanaman dengan jenis granula per pohon memakai 7,5 kg, dan jika menggunakan pupuk berbentuk briket dibutuhkan sebanyak 5 kg,

“Nah jika menggunakan pupuk slow released ini maka hanya diperlukan sebanyak 2,5 kg saja per tanaman nya atau jika menggunakan pupuk NPK tabur konvensional perlunya 6 kg maka jika dengan sawitree cukup 2 kg saja” Lanjutnya menerangkan kepada kami semua.

Dengan kemasan kotak dos seberat 10 kg yang berisi 60 tablet, pupuk NPK produk inovatif dari  kota Tepian ini sudah sangat layak untuk untuk dipakai dan efisien. #

Sumber: pers rilis Dinas Perindustrian Kota Samarinda.