Kepala BPKAD Tanggapi Hibah APBD Kaltim untuk Kantor Kejati

oleh -170 Dilihat
Muhammad Sa`duddin, Ak.CA, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalimantan Timur.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalimantan Timur, Muhammad Sa`duddin, Ak.CA, turut menanggapi pemberian hibah APBD Provinsi Kaltim yang diperuntukan ke instansi vertikal, khususnya dana hibah yang diterima oleh Kejaksaan Tinggi Kaltim.

Saat ditemui di Kantor Gubernur lantai 5, Sa’aduddin mengatakan sesuai dengan Permendagri Nomor 32 tahun 2012 tentang pemberian hibah, sah-sah saja memberikan dana hibah ke instansi vertikal baik berupa uang maupun barang. Selama ini mereka menerima berupa barang.

“Tidak ada peraturan yang melarang pemberian hibah dan itu diatur dalam permendagri no 32 tahun 2012 dan ada pergubnya. Cuma saya lupa pergubnya nomor berapa, di situ ada banyak kriteria,” ungkapnya.

Menurut dia tidak hanya Kejaksaan Tinggi yang menerima hibah, tapi semua lembaga vertikal yang membutuhkan.

“Dan kita bantu bukan hanya kejaksaan loh ya, semuanya terkait nominalnya saya gak ingat,” tukasnya.

Lebih jauh Sa’aduddin mengatakan ditahun 2020 Kejaksaan mendapatkan hibah namun nominalnya tidak diketahui.

Saat disinggung bahwa Kejaksaan Tinggi Kaltim membutuhkan anggaran Rp140 Miliyar untuk pembangunan gedung baru, Sa’aduddin mengatakan tidak sebesar itu.
“Untuk pemberian dana hibah pada Kejaksaan detailnya saya gak tau, tapi yang saya tahu untuk 2020 ada, nominalnya lupa, yang jelas ada,” bebernya.

Daftar rincian hibah yang diberikan oleh Sa’aduddin pada beritakaltim, Kejaksaan Tinggi pada 2017 terdapat 5 kegiatan senilai 7,6 Milyar, 2018 tidak ada kegiatan, 2019 terdapat 1 kegiatan senilai 2,4 M, 2020 terdapat 2 kegiatan senilai 40 M.

Sebelumnya berita media menyebutkan, berdasarkan keterangan dari Kasi Penkumham Kejaksaan Tinggi Kaltim Abd Faried pada tahun 2017 Kejati mendapatkan hibah berupa pembangunan gedung baru senilai Rp26 Miliar dan pada tahun 2018 berdasarkan keterangan dari Meiliana ketika masih Plt Sekprov Kaltim telah membantu Kejati senilai Rp90 milyar. Kemudian informasi disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim, Andi Harun, bahwa Kejaksaan Tinggi Kaltim membutuhkan hibah senilai Rp140 Milyar untuk pembangunan gedung baru dalam rangka mengganti gedung utama yang lama.

Saat disinggung terkait statemen Meiliana yang telah memberikan hibah ke Kejati senilai Rp90 Milyar dan telah dicairkan melalui dua tahap, tahap pertama senilai Rp40 Milyar dan tahap kedua Rp50 Milyar, Sa’aduddin enggan berkomentar.

“Saya tidak akan komentari omongan orang,” tutupnya. #

Wartawan: Heriman

No More Posts Available.

No more pages to load.