BeritaKaltim.Co

Infrastruktur di Desa Mata Air Kaubun Masih Memprihatinkan

SAMARINDA, beritakaltim.co- Masalah keadilan sosial masih menjadi masalah pemerintah Indonesia. Terutama menyangkut pemerataan pembangunan infrastruktur seperti yang dialami oleh Desa Mata Air, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur.

Sekertaris Desa Mata Air, Nano Susanto, menilai, ketertinggalan infrastruktur di desanya merupakan bentuk kegagalan pemerintah daerah dalam menjalankan program pemerataan infrastruktur.

“Saya selaku Sekdes Desa Mata Air mengucapkan duka mendalam karena sebuah kegagalan pemerintah daerah dalam melaksanakan program-program terutama program pemerataan infrastruktur penghubung,” ungkapnya.

Infrastruktur jalan menjadi prioritas yang menurutnya harus segera diperbaiki. “Jalan penghubung antara ibu kota kecamatan Kaubun menuju Desa Mata air dan desa bukit permata harus segera diperhatikan oleh pemerintah karena di lokasi tersebut masyarakat masih menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perkebunan serta perternakan. Apabila akses jalan bagus maka distribusi dan arus perkenomian akan berkembang,” tambahnya.

Selain mengeluhkan infrastruktur, Sekdes muda tersebut mengeluhkan minimnya akses telekomunikasi dan listrik.

“Di sisi lain sampai hari ini kami masih kesulitan untuk mendapatkan akses komunikasi terutama sinyal hand phone dan listrik, bahkan kalau ingin menelpon kami harus mencari dataran yang lebih tinggi agar mendapatkan sinyal,” bebernya.

Lebih lanjut, Nano menyampaikan agar keluhan masyarakat kepada pemerintah daerah segera direspon dan segera dilakukan perbaikan infrastruktur yang ada.

“Kami memohon dengan hormat kepada bupati kutai timur agar segera membuat tim khusus untuk menangani jalan lintas desa karena memang kondisi jalan benar-benar sangat memprihatinkan. Harapan kami ditahun 2020 semoga semuanya bisa menjadi lebih baik,” tutup Nano Susanto. #

Wartawan: Heriman

Comments are closed.