Laut Natuna Memanas, Anggota DPR RI Ini Menilai Indonesia Pragmatis

oleh -450 views
H Irwan, anggota DPR RI.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Polemik batas laut di perairan Natuna antara Indonesia dengan Cina kian memanas. Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat H Irwan meminta pemerintahan Xi Jinping menghormati kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Politikus yang akrab disapa Irwan Fecho ini merespons keras masuknya kapal coast guard Tiongkok dan kapal-kapal pencari ikan negeri Tirai Bambu itu ke perairan Natuna di Kepulauan Riau.

“Saya mengutuk keras atas pernyataan pemerintah China yang menganggap tindakan mereka masuk di Natuna sebagai hal biasa dan merupakan hak serta kepentingan kedaulatan mereka,” tegas Irwan dalam keterangan persnya, Sabtu (4/1/2020).

Anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Partai Demokrat itu menilai respons Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Jumat (3/1) terkesan pragmatis.

“Saya juga kecewa dengan respons pemerintah Indonesia yang terlihat menunjukkan sikap pragmatisme yang tinggi dibanding mengedepankan nasionalisme,” ujar legislator asal Kaltim tersebut.

Lebih lanjut Irwan mengatakan, sikap pemimpin bangsa sekarang ini seharusnya mencerminkan nilai-nilai luhur dan sejarah bangsa sebagaimana ditunjukkan para pendahulu kita.

“Pemimpin pendahulu kita tidak pernah mengajarkan bangsa ini tunduk pada bangsa lain dengan alasan takut tidak makan, miskin apalagi takut investasi terganggu,” ungkap Irwan.

Oleh karenanya, Irwan menyarankan pemerintah melakukan protes yang keras kepada Tiongkok, dan meminta agar jangan sekali-kali mengulanginya karena ini menyangkut kedaulatan bangsa Indonesia.

Otoritas Tiongkok sebelumnya menyatakan kawasan yang dilewati nelayan serta coast guard negaranya adalah wilayah kedaulatannya sendiri. Batas wilayahnya adalah 9 Garis Putus-putus (9 Dash Line) yang dibikin sejak 1947.

Masalahnya, 9 garis putus-putus yang diklaim China sebagai batas teritorinya itu menabrak teritori negara lain, termasuk menabrak perairan Natuna milik Indonesia.

Merespons masuknya kapal pencari ikan dan coast guard Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ke Laut Natuna, Kementerian Luar Negeri RI sudah memanggil Duta Besar RRT untuk Indonesia. RI juga melayangkan nota protes ke Beijing pada 30 Desember 2019. #

Wartawan: Heriman