Desa di Kecamatan Kaubun, Dikepung Perusahaan Tapi Jalan Masih Berlumpur

oleh -208 views
Kondisi jalan di Kaubun, Kutai Timur.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Dua desa di Kutai Timur, yakni Desa Mata Air dan Desa Bukit Permata, Kecamatan Kaubun, mengeluhkan infrastruktur di desa mereka yang kondisinya tak layak dan menyulitkan warga beraktifitas. Mayoritas aktivitas masyarakat dua desa tersebut adalah petani, pekebun dan peternak, namun mereka mengaku kesulitan untuk memasarkannya lantaran kondisi jalan yang rusak.

“Harapan saya pemerintah kabupaten kutai timur segera melakukan perbaikan, jadi saya mohon kepada Bapak Bupati Kutai Timur beserta Ketua DPRD Kutim untuk segera mengambil sikap karena ini sangat darurat,” ucap Sekretaris Desa Mata Air Nano Susanto, Rabu (15/01/2019), di Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur.

Sekretaris Desa yang terlihat masih usia muda tersebut mengatakan selama ini banyak perusahaan sawit dan tambang batu bara yang berada di daerah Kaubun, tapi kurang berkontribusi dalam hal pembangunan desa.

“Pemerintah mestinya lebih memprioritaskan kepeduliannya terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakatnya, jangan sampai menyepelekan sebab ini bukan hal yang baru saja terjadi, tapi sudah bertahun-tahun,” tandasnya.

Dirinya menerangkan, dalam kondisi saat ini ketika ada warga kami yang sakit ingin berobat kami kesulitan menembus jalan tersebut untuk ke Kota, ini urusan nyawa manusia jika sperti itu infrastrukturnya masa iya harus di tunda pembangunan mau sampai kapan.

“Mosi tidak percaya ini merupakan bentuk kekecewaan kami terhadap pemerintah yang ada. Jika tidak disikapi secara cepat dan tegas, maka kami akan siap menuju DPRD Kutim untuk menggeruduk agar segera ditindaklanjuti persoalan ini,”tegasnya.

Secara terpisah anggota DPRD Kaltim dari fraksi PKB yang juga berasal dari daerah pemilihan Kota Bontang, Kutim dan Berau, Sutomo Jabir, menegaskan upaya pemerintah dalam perbaikan akses jalan terus dilaksanakan. Dirinya akan terus berusaha agar infrastruktur di Kutim segera diperhatikan.

“Dengan adanya aksi tersebut tentu ini merupakan teguran keras dari rakyat. Oleh karena itu baik pemerintah kabupaten maupun provinsi agar bersinergi dalam hal membangun dan memperhatikan keluhan masyarakat,” ungkap Sutomo.

Lebih lanjut Sutomo Jabir mengatakan ditahun 2020 akan mengupayakan mengakomodir anggaran untuk akses jalan tersebut.

“Kita akan upayakan segera semoga tercover pada tahun 2020,” tegasnya. #

Wartawan: Heriman