Ahli Waris Mengancam, Jalan Rapak Indah akan Ditutup

oleh -601 views
BLOKIR JALAN. Ahli Waris tanah akan memblokir satu sisi Jalan Rapak Indah sepanjang 300 meter per 20 Januari 2020 besok.

SAMARINDA, beritakaltim.co – Polemik penggunaan lahan warga menjadi Jalan Rapak Indah hingga saat ini belum usai. Buntut belum dibayarkan terhadap lahan tersebut, Ahli Waris tanah akan memblokir satu sisi Jalan Rapak Indah sepanjang 300 meter per 20 Januari 2020 besok.

Hal tersebut disampaikan Ahli Waris, Hairil Usman, Minggu, (19/1/2020) di lokasi Jalan penghubung antar Samarinda Kota dan wilayah Loa Bakung. Hairil mengatakan, hingga saat ini belum ada itikad baik dari pemerintah daerah untuk memenuhi putusan pengganti-rugian penggunaan lahan milik keluarganya.

“Sebenarnya ini tidak seharusnya terjadi, seandainya pihak pemerintah kota mau konsisten dengan janji mereka,” tukasnya pada awak media.

Pihaknya saat ini juga tengah membentangkan spanduk pemberitahuan dan membagikan selebaran pada pengendara jalan yang melintasi jalan itu.

Hairil menjelaskan, sejak awal pihaknya telah berulang kali mengkonsultasikan hal tersebut dengan pihak terkait. Upaya hukum telah dua kali dilakukan untuk hak atas tanah seluas 300 meter x 15 meter tersebut.

Berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda per 6 September 2018 pihaknya menang. Berlanjut ke Pengadilan Tinggi yang memutuskan per 12 November 2019 kembali dimenangkan Hairil dkk. Dari keputusan PT itu, pihak Pemkot Samarinda berkewajiban mengganti kerugian materiil atas sebidang tanah seluas 4.356 meter persegi, sebesar Rp8.712.000.000.

“Setelah kita menang di PN dan PT, ternyata mereka mau kasasi lagi. Nah, kami tidak mengenal kasasi lagi. Batas kesabaran sudah sampai sini,” tegas anggota DPRD Samarinda periode lalu tersebut.

Menurut sejarahnya, ayah Hairil, Djagung Hanafiah telah memiliki lahan di areal tersebut sejak tahun 1984 silam berbentuk tanah kaplingan. Kuasa tanah ayahnya tersebut ditotal sekira 80 hektar lebih. Sedangkan untuk ruas Jalan Rapak Indah, mulai dibuka di tahun 2002 lalu.

“Itu tanpa izin, tanpa pemberitahuan. Dan tidak ada ganti rugi hingga saat ini,” ucap sembari membuka dokumen asli lahan tersebut.

Lebih lanjut, pihaknya akan melakukan pemblokiran jalan hingga waktu yang tidak ditentukan sembari menunggu tanggapan Pemkot Samarinda. Jika tidak ada itikad baik, lanjutnya, pihaknya akan segera menutup total akses jalan utama masyarakat tersebut.

“Sampai ada itikad baik dari Pemkot, seminggu-dua Minggu, jika tidak ada itikad, akan kami tutup total,” tutupnya.#

Wartawan: Heriman