Aktivis Datangi DPRD Kaltim, Dukung Pansus “Perusda Nakal”

oleh -232 views
Sutomo Jabir saat menerima para aktivis dan wartawan di kantornya DPRD Kaltim.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Wacana Komisi II DPRD Provinsi Kaltim membentuk Panitia Khusus (Pansus) dalam rangka mengevaluasi Perusda/BUMD mendapat dukungan dari kalangan aktifis. Front Aksi Mahasiswa mendatangi para legislator itu di kantornya Jalan Teuku Umar, Karang Paci, Selasa (28/1/2020).

Kedatangan perwakilan FAM disambut oleh Sutomo Jabir di ruangannya lantai 4 gedung D. Dalam pembahasan tersebut Ketua FAM, Nazar, mengatakan, kedatangan mereka guna memberi dukungan dan pesan bahwa salah satu cara untuk menyelesaikan masalah “Perusda nakal” salah satunya yakni membentuk Pansus.

“Kedatangan kami dalam rangka memberikan dukungan kepada komisi II untuk segera membentuk Pansus dalam menyelesaikan masalah perusda yang kini menjadi sorotan banyak pihak. Kami yakini dengan membentuk pansus komisi II dapat lebih fokus lagi dalam menyelesaikan itu,” urai Nazar saat beraudiensi dengan Sutomo Jabir.

Lebih jauh, Nazar juga menyoroti masalah salah satu Perusda/ BUMD yakni Melati Bhakti Satya (MBS) yang memiliki banyak aset namun minim dalam kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tugas perusda/BUMD itu adalah untuk berbisnis bukan hanya mengharapkan penyertaan modal saja, bahkan publik sebenarnya sudah tau kalau seharusnya aset yang dititipkan itu harus dipikirkan strategi bisnisnya, agar mampu menghasilkam profit dan mampu memberikan kontribusi terkait PAD kaltim. Kita juga masih ingat bahwa lahan eks puskib itu gagal menghadirkan investor, begitu juga dengan lahan eks lamin etam di jalan bhayangkara yang gagal menghadirkan trans studio. Itu saja sudah jelas bahwa manajemen MBS ini belum maksimal dalam melakukan bisnis untuk menambah PAD. Saran saya kalau tidak bisa mengelola asset yang diberikan, mending pemprov kaltim menghibahkan ke pemkot balikpapan saja, biar ini tidak jadi beban dan alasan MBS terkait pajak yang mereka tanggung,” tambah Nazar.

Sementara, Sutomo Jabir yang menerima perwakilan FAM mengatakan, sangat mengapresiasi kedatangan FAM dan siap mengemban amanah dari masyarakat untuk menyelesaikan masalah Perusda.

“Saya sangat mengapresiasi kedatangan teman-teman dari FAM. Biar bagaimanapun tugas DPRD adalah menyuarakan apa yang disuarakan oleh masyarakat. Oleh karena itu kami siap dalam waktu akan segera membentuk Pansus. Kita lihat regulasinya sembari mengumpulkan data-data yang diperlukan,” tegas Sutomo Jabir.

Di sisi lain anggota Komisi II dari Fraksi Gerindra, Akhmed Reza Fhaclevi, memprediksi pembentukan Pansus yang sedang bergulir semakin mendapat sambutan dari anggota DPRD lainnya. Dia optimistis dalam waktu satu bulan ke depan pansus itu telah terbentuk.

“Saya dapat surat tembusan dari teman-teman FAM, namun saya gak bisa menyambut mereka tadi karena saya harus ke dokter. Tapi yang jelas mekanisme pembentukan pansus kami akan segera lakukan paling lambat bulan depan. Sebab masih ada beberapa Perusda belum melakukan RDP dengan komisi II,” ungkap Reza saat ditemui diruangannya lantai 2 gedung E.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, merespon wacana pembentukan pansus oleh Komisi II DPRD Kaltim. Dia mengatakan sebelum DPRD membentuk pansus, Pemprov Kaltim sudah meminta kepada BPK untuk memeriksa keuangan dan meminta serta meninjau kesehatan kinerja Perusda.

“Terkait Perusda yang tidak sehat, kita menunggu rekomendasi dari BPK,” tutup Hadi Mulyadi saat sesi wawancara dengan awak media di rumah jabatan. #

Wartawan: Heriman