Kapolres Bontang Imbau Masyarakat tak Mudah Percaya Kemunculan Kerajaan Baru

oleh -253 views
Kapolres Bontang, AKBP Boyke Korel Wattimena (tengah) didampingi Kasat Reskrim Polres Bontang (kanan) dan Kasubag Humas Polres Bontang. Foto Ismail

BONTANG, beritakaltim.co – Fenomena “King of the King” di Tanah Air menjalar sampai Kabupaten Kutai Timur. Kamis (30/1/2020) jajaran Polres di sana menangkap para pelaku atas tuduhan penipuan. Kapolres Bontang AKBP Boyke Korel Wattimena mengingatkan warga agar tidak mudah dibujuk.

Tipu daya dengan modus mencari anggota dan pejabat “kerajaan” itu cukup meyakinkan. Seperti yang dialami di Kutai Timur, bahkan ada spanduk di sejumlah titik yang bertuliskan “Selamat Datang Presiden King of The King-Presiden Bank UPS-Presiden PBB MR Donny Pedro”.

Di spanduk itu tertulis pula kalau Donny Pedro dapat membantu melunasi hutang Indonesia. Tertulis juga kata-kata Pembukaan Aset Amanah Allah yang Agung Tanggal 25 November 2019 sampai 30 Maret 2020 untuk Kesejahteraan Seluruh Rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Kapolres Bontang, AKBP Boyke Korel Wattimena mengimbau agar warga Bontang tidak mudah percaya dengan isu-isu yang saat ini sedang viral, yakni munculnya King of The King di Sangatta, Kutai  Timur. Bahkan, Ia berharap masyarakat Bontang jika mengetahui akan munculnya kerajaan baru di Kota Bontang dapat langsung melaporkan ke Polres Bontang agar dapat segera diamankan.

“Kami akan langsung mengamankan pelaku, dan akan langsung melakukan interogasi dan jika terbukti mengarah ke perbuatan pidana maka akan langsung kami tindak,” ungkap polisi berpangkat dua Melati di pundaknya ini, Jumat (31/1/2020) siang.

Sebelumnya, beberapa kerajaan baru mulai bermunculan dibeberapa wilayah di Indonesia. Seperti Keraton Agung Sejagat yang berada di daerah istimewa Yogyakarta yang dipanggil Sinuwun bernama asli Toto Santoso Hadiningrat dan istrinya yang dipanggil Kanjeng Ratu yang memiliki nama asli Dyah Gitarja.

Serta kekaisaran Sunda Empire-Earth Empire yang mengklaim sebagai kerajaan terbesar di dunia. Lebih gilanya lagi, kerajaan-kerajaan ini langsung punya banyak pengikut. #

Wartawan: Nurdiansa