Siswadi Sebut Rusmadi Wongso Simpatisan PDIP, Bukan Kader

oleh -1.519 views
Siswadi satu meja dengan Andi Harun saat acara pelantikan anggota DPRD Kota Samarinda yang di PAW.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Situasi politik menjelang pemilihan wali kota Samarinda kian hangat. Paska disebut bukan kader PDI Perjuangan, Rusmadi Wongso berbalik meminta bukti surat pemecatan dirinya sebagai anggota partai berlambang banteng. Ditantang begitu, Siswadi pun semakin keras mengatakan kalau mantan Sekprov Kaltim itu bukan kader.

Sebelumnya, Rusmadi yang pernah diusung PDI Perjuangan maju sebagai calon gubernur Kaltim itu menyampaikan bahwa dia masih sebagai anggota PDIP dengan bukti memiliki kartu tanda anggota (KTA) dari partai yang dipimpin Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

“Makanya aku terkejut ini, Siswadi mengatakan aku bukan kader lagi. Artinya Pak Siswadi sebagai ketua DPC, memecat Rusmadi Wongso. Mungkin ada baiknya, Siswadi menunjukkan surat pemecatan aku. Jadi aku merasa keberatan dengan statemen dari Siswadi itu,” ucap Rusmadi beberapa waktu lalu.

Terkait hal itu, Siswadi menyatakan soal kepemilikan KTA PDI Perjuangan tidak tepat dijadikan sandaran bukti kalau Rusmadi sebagai kader PDIP. Pasalnya, KTA itu justru memperjelas status posisi Rusmadi itu sendiri bukan bagian dari kader, melainkan hanya simpatisan partai saja.

“Itu justru memperjelas, kalau dia (Rusmadi) bukan kader PDI Perjuangan. Lebih dari 47 ribu orang di Samarinda memegang kartu PDI Perjuangan. Bukan berarti yang pegang kartu itu adalah kader. Kalau simpatisan, iya,” jelas Siswadi saat dihubungi melalui via telepon, Sabtu (1/2/2020).

Disinggung soal KTA, Siswadi jelaskan kartu yang dipegang Rusmadi dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim pada 2018 lalu, dimana saat itu Rusmadi berpasangan dengan mantan Kapolda Kaltim, Safaruddin yang kini sebagai Ketua DPD PDIP Kaltim.

“Kebetulan, dia (Rusmadi) punya KTA PDI itu kan waktu dia mau mencalonkan diri sebagai Gubernur,” tegas Ketua DPRD Samarinda tersebut.

Meski Rusmadi sempat ikut sekolah calon kepala daerah pasca diusung PDIP sebagai kandidat pada Pilgub lalu. Siswadi menyebut hal itu memang mekanisme yang wajib diikutinya.

“Wajib itu, jadi dia (Rusmadi) jangan bohongi publik. Jangan ngaku-ngaku PDI saat Pilkada aja. (tentang surat pemecatan-red) Lah kalau dia bukan kader, gimana mecatnya,” tegasnya menjawab surat pemecatan yang diminta Rusmadi.

Siswadi kembali menegaskan, majunya Rusmadi berpasangan dengan Andi Harun di Pilwali Samarinda dapat dipastikan tak akan mendapat dukungan dari PDIP. Apalagi, Rusmadi tak mengikuti proses penjaringan PDIP sebelumnya.

“Gak daftar gimana mau diproses, makanya saya pastikan tidak diusung. Kami menghargai kandidat lain yang sudah mendaftar ke PDIP saat ini,” tutupnya. #

Wartawan: Heriman.