Trans Studio Ditunda, Investor Tunggu Pertumbuhan Ekonomi Membaik

oleh -203 views
Kepala Biro Ekonomi Kaltim, Nazrin (tengah) saat rapat dengan komisi II.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Nasib pembangunan Transmart Trans Studio Samarinda di lahan eks Hotel Lamin Indah, Jalan Bhayangkara, Samarinda Ulu, tak terdengar lagi meski telah mendapat kesepakatan antara Pemprov Kaltim dengan investor PT CT Corp, bahkan sudah groundbreaking pada 27 Oktober 2017.

Kini di lahan milik Pemprov tersebut, masih dalam keadan kosong. Padahal lahan seluas 40,9 ribu hektare tersebut telah diserahkan menjadi aset Perusda PT Melati Bhakti Satya. Nyatanya, hingga kini tidak ada pembangunan di sana.

Menanggapi hal tersebut, Nazrin selaku Kepala Biro Ekonomi Sekprov Kaltim mengatakan, pihaknya tengah melakukan kajian kembali terkait kerjasama pembangunan Trans Studio di Samarinda.

Hal tersebut disebabkan kondisi ekonomi Kaltim saat ini tidak memungkinkan dilakukan pembangunan wahana hiburan dengan total investasi sekitar Rp 500 miliar tersebut.

“Kami kaji kembali. Walaupun sudah ada MoU, tapi investor juga melihat prospek ekonomi Kaltim, menguntungkan atau tidak. Mereka pengusaha, pasti melakukan penghitungan untung ruginya. Melihat juga pertumbuhan ekonomi Kaltim, kalau tidak menguntungkan, buat apa dikerjasamakan,” urai Nazrin saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin(10/2/2020).

Solusi terbaik, menurut Nazrin, Pemprov Kaltim akan menunda dulu pembangunan Trans Studio Samarinda tersebut, sambil melihat trend pertumbuhan ekonomi. Sementara pihak CT Corp, sambung Nazrin, masih wait and see.

“Ditunda dulu sementara, karena melihat prospek ekonomi kaltim yang belum membaik. Banyak mal di Samarinda yang sepi pengunjung, seperti Mal Selyca Mulia, dan Mal Lembuswana,” jelasnya.

Biro Ekonomi Setprov Kaltim memprediksi pembangunan Trans Studio Samarinda baru bisa direalisasikan tiga hingga lima tahun mendatang. Hal tersebut dengan catatan ekonomi Kaltim terus bergerak naik.

“Kami prediksi kerja sama pembangunan trans studio Samarinda ini bisa direalisasikan kembali pada tiga hingga lima tahun mendatang. Sementara kondisi sekarang belum memungkinkan,” tutupnya.#

Wartawan: Heriman