Dari Deviden Blok Mahakam, MMP Setor ke Kas Daerah Rp208 Miliar

oleh -166 views
Veridiana Huraq Wang, Ketua Komisi II DPRD Kaltim.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Komisi II DPRD Kaltim terus melakukan fungsi pengawasannya terhadap kinerja Perusda yang ada di Kaltim. Kali ini Perusda MMP (Migas Mandiri Pratama) yang dihadirkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di lantai 3 Gedung D DPRD Kaltim.

Dalam RDP tersebut selain PT. MMP turut hadir juga anak perusahaan antara lain PT. MMP Marin, MMP Kutai Mahakam, MMP Hilir.

Ketua Komisi II, Verdiana Huraq Wang mengatakan bahwa RDP yang digelar bertujuan guna mengevaluasi sejauh mana kontribusi PT. MMP terhadap PAD jika dilihat dari penyertaan modal yang sudah diberikan. Apalagi PT. MMP dipercaya mengelola Participation Interest(PI) 10 persen di Blok Mahakam dan ternyata pembagian PI tersebut berdasarkan perhitungan yang diperoleh Kaltim dan Kukar adalah 10 persen dari Rp5,7 trilyun dari laba bersih, sehingga jika dihitung-hitung, setelah dibagi dengan Kukar, MMP yang mewakili pemerintah provinsi Kaltim mendapat Rp208 Miliar yang masuk ke kas daerah.

“Karena kita ada fungsi pengawasan disana, untuk mengevaluasi modal yang sudah kita berikan kepada PT. MPP, juga dari sisi pendapatan kepada daerah. Apalagi MMP kan dipercayakan untuk mengelola PI 10 persen,” ujar Veridiana saat ditemui awak media.

Di samping itu, dia menambahkan, ternyata dalam waktu dekat PT. MMP juga akan dipercaya mengelola blok Sanga Sanga dengan lahan eks TOTAL dan VICO. Sampai sejauh ini MMP sudah mempunyai tiga anak perusahaan dan anak perusahaan tersebut pun telah memiliki anak perusahaan lagi.

Tetapi hal yang juga penting untuk ditindaklanjuti, menurut Veridiana, yaitu terkait penyesuaian payung hukum karena PT. MMP dibentuk sebelum Perda.

“Kita melihat payung hukum ternyata harus segera menyesuaikan PP 54 yang mengharuskan RUPS dan tidak boleh lagi menggunakan surat keputusan gubernur,” tambahnya.

Sementara itu, Wahyu Setiadji selaku Direktur MMP menjelaskan, sejauh ini kontribusi MMP terhadap PAD Kaltim di 2018, sebesar 208 Miliar. Saat ini MMP sedang menunggu terkait pengelolaan Blok Sanga Sanga (PHSS) dan eks Kaltim yang diharapkan kedepan bisa semakin menambah pemasukan bagi PAD Kaltim.

“Yang jelas kita setor PAD 2018 sebesar 208 Miliar, tetapi untuk di 2019 masih menunggu perhitungan hasil audit yang kemungkinannya menurun, karena kan produksinya menurun,” tutupnya.#

Wartawan: Heriman