Kaltim Kariangau Terminal Layani Direct Call Perdana, Ini Kata Komisi II DPRD Kaltim

oleh -248 views
Veridiana Huraq Wang, Ketua Komisi II DPRD Kaltim.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Rencana PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) melakukan Direct Call perdana pada 22 Maret 2020, mendapat apresiasi oleh Komisi II DPRD Provinsi Kaltim.

Ketua Komisi II, Veridiana Huraq Wang, mengaku gembira dengan kemajuan itu dan menyampaikan selamat dan sukses atas dimulainya era Direct Call oleh KKT dengan menggandeng Marks Line,  armada kapal besar yang mengekspor hasil bumi dari Kalimantan Timur.

“Ini ada kemajuan yang sangat signifikan dari kerjasama dengan pihak Pelindo IV, sehingga kalimantan timur bisa mengekspor hasil bumi. Pasti nanti akan memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah di kalimantan timur,” urai Veridiana saat ditemui di ruang rapat Komisi II lantai 3 gedung D Karang Paci, Samarinda, Selasa (10/3/2020).

Komisi II mengaku sudah mendapat kambar tersebut saat rapat dengan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) beberapa waktu lalu.

“Kami sangat mendukung sekali karena kami juga sudah rapat dengan Disperindakop Kaltim dan ini sudah disampaikan kepada kami bahwa nanti pada tanggal 22 maret akan diadakan Direct Call secara langsung dari pelabuhan kariangau. Ini merupakan satu terobosan yang sangat bagus sekali untuk kalimantan timur sekaligus juga memperkenalkan bahwa kalimantan timur punya pelabuhan yang sudah presentatif untuk kapal-kapal besar,” beber Veridiana.

Terlepas dari terobosan dan kemajuan yang diraih oleh PT KKT, Komisi II memberikan catatan kepada PT. KKT.

“Karena KKT ini mempunyai potensi yang sangat besar sekali untuk menjadi pelabuhan besar, disana perlu ditingkatkan fasilitas-fasilitas. Nah di dalam plan bisnis yang telah disusun oleh Pelindo IV yang sudah kami kunjungi, bahwa mereka akan memperpanjang pelabuhan dan juga peralatan yang ada di sana. Sebenarnya harus dilakukan tapi terkendala dari pihak KKT yang memang masih ada persoalan dengan Perumda MBS. Pada dasarnya komisi II mendukung pengembangan bisnis ini apalagi sekarang ini baru dibuka 15 hektar. Nah, masih ada dari 72,5 hektar lahan itu yang masih menjadi peluang yang besar untuk dibuka lagi untuk meperluas area pelabuhan di karaingau,” tutupnya. #

Wartawan : Heriman