Rita Widyasari dan Khairuddin Bertemu Lagi di Kasus Pencucian Uang

oleh -3.962 views
Rita Widyasari, mantan Bupati Kutai Kartanegara.

JAKARTA, beritakaltim.co- Rita Widyasari, mantan Bupati Kutai Kartanegara, dipanggil lagi sebagai saksi dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Khairuddin. Kasus tindak pidana pencucian uang ini adalah kasus kedua yang dihadapi mereka setelah divonis dalam kasus pertama terkait gratifikasi

Seperti diberitakan sebelumnya Rita dan Khairuddin sudah divonis hukuman masing-masing 10 dan 8 tahun dalam kasus gratifikasi. Namun KPK masih mengembangkan kasus yang menimpa mereka, yaitu menyangkut adanya tindak pidana pencucian uang.

Kabar mulai dipanggilnya Rita sebagai saksi kasus pencucian uang disampaikan oleh Plt Juru bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (13/3/2020). “Ya, dipanggil sebagai saksi dengan tersangka KHR,” ujarnya. KHR adalah singkatan dari Khairuddin. Dalam kasus tindak pidana pencucian uang ini, Rita juga sudah dijadikan tersangkan oleh KPK.

Data yang tersebar di kalangan Wartawan menyebutkan, Rita Widyasari dan Khairuddin menguasai harta sebesar Rp436 miliar. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

KPK juga sudah menyita sejumlah aset milik Rita Widyasari yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut. Aset-aset tersebut terdiri atas rumah, apartemen, hingga bidang tanah. Kurang-lebih nilai aset tersebut Rp 70 miliar.

Rita merupakan narapidana kasus korupsi yang menghuni Lapas Pondok Bambu. Rita sudah divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan karena terbukti menerima uang gratifikasi Rp 110.720.440.000 terkait perizinan proyek pada dinas Pemkab Kukar.

Rita disebut melakukan perbuatan itu bersama Khairudin, yang divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Peran Khairudin, yang merupakan anggota Tim 11 pemenangan Rita, adalah ikut menerima gratifikasi. Khairudin awalnya anggota DPRD Kukar saat Rita mencalonkan diri sebagai Bupati Kukar periode 2010-2015.

Selain itu, Rita dinyatakan bersalah menerima uang suap Rp 6 miliar terkait pemberian izin lokasi perkebunan sawit. Uang suap itu diterima dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun alias Abun. #

Wartawan: le/detikcom