DPRD Kaltim Rakor Swasembada Daging di Balikpapan

oleh -185 views
Suasana Rapat Konsultasi dan Koordinasi teknis daerah pembangunan peternakan dan kesehatan hewan yang berlangsung di balikpapan. 16/3/2020.

BALIKPAPAN, beritakaltim.co- Pemerintah Kalimantan Timur terus berupaya memajukan ekonomi dari berbagai sektor. Salah satu sektor yang sering dilirik selain pertambangan, yakni sektor peternakan dan pertanian. Disektor Peternakan Kaltim sangat didukung dengan luasan lahan hingga curah hujan yang cukup.

Dalam rapat konsultasi dan koordinasi teknis daerah, Anggota DPRD Kaltim, Veridiana Huraq Wang yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kaltim mengungkapkan masih banyak kendala yang dihadapi Kalimantan Timur dalam usaha mewujudkan Kaltim sebagau daerah swasembada daging.

“Kami rapat konsultasi dan koordinasi tehnis daerah di Balikpapan, terkait pembangunan perternakan di kalimantan timur dalam rangka mewujudkan swasembada daging hewani. Untuk kaltim akan dibangun minirant di jonggon untuk perternakan terintergrasi khususnya sapi, kerbau dan ikan,” urai Veridiana Huraq Wang saat dikonfirmasi via whatsApp, Senin (16/3/2020).

Lagi pula dalam pelaksanaanya pemerintah telah menyiapkan Peraturan Daerah Inisiatif nomor 6 tahun 2018.

“Dari sisi regulasi kaltim sudah punya Perda inisiatif dewan no 6 tahun 2018 tentang pengendalian pemotongan ternak sapi & kerbau betina produktif yang tujuannya untuk meningkatkan populasi dan produktivitas ternak serta terpenuhinya kebutuhan konsumsi ternak yang aman, sehat, utuh serta halal,” ungkapnya.

Pembangunan perternakan harus komprehensif antar lembaga pemerintah, tingkat pusat, provinsi dan daerah.

“Contoh saja di mahulu kecamatan long pahangai ada peternak sapi rakyat tapi pemasaran tidak bagus. Harga sapi dewasa disana hanya berkisar Rp 7-10 juta saja maka perlu dibangun Rumah Potong Hewan mini serta alat pendingin untuk daging beku, karena jika sapi dibawa ke kota untuk pemasaran masih hidup biayanya mahal karena infrastruktur yang belum memadai,” tukas anggota DPRD Kaltim dapil Kubar-Mahulu ini.

Lebih lanjut politisi PDIP tersebut menjelaskan salah satu kendala disektor perternakan yakni peternakan hanyalah sebagai pekerjaan sampingan.

“Selain itu kendala karateristik peternak kaltim beda dengan di jawa. Peternak kaltim, beternak hanya untuk sampingan saja makanya tidak ada yang berternak dalam jumlah banyak. Kedepan perlu banyak regulasi yang mndorong peternak menjadi peternak yang komersial, seperti akses perbankan juga akses pasar,” tutupnya. #

Wartawan: Heriman