Wabah Covid-19 Bikin Ekonomi Kaltim Babak Belur

oleh -261 views

SAMARINDA, beritakaltim.co- Wabah virus Korona benar-benar melumpuhkan hampir semua sektor ekonomi, baik ekonomi makro maupun mikro. Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sutomo Jabir, menjelaskan kondisi sekarang merupakan kondisi yang sulit. Hampir semua sendi-sendi ekonomi babak belur, baik skala UMKM hingga perusahaan besar, lebih khusus sektor manufaktur.

“Korona ini pilihan pahit. Kalau pemerintah mengambil opsi lockdown, akan berdampak pada semua sendi-sendi ekonomi. Sekarang kita lihat pengemudi transportasi online mengeluh, warung sepi, pekerja harian merintih kemudian kurs rupiah yang kian melemah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar sudah mencapai level terendah setelah tahun 1998 yakni Rp 16.550 per dolar. Secara nasional pasti akan berpegaruh pada tingkat ekonomi makro,” urai Anggota DPRD Kaltim yang membidangi sektor ekonomi tersebut saat disambangi di rumahnya, Jalan Mangga 1, Samarinda, Senin (23/3/2020).

Untuk memutus mata rantai virus, masyarakat dihimbau agar tetap melakukan sosial distancing secara ketat dan disiplin.

“Yang perlu kita lakukan sekarang adalah harus sama-sama menjaga dan menjalankan himbauan pemerintah melakukan sosial distancing secara serius, karena kalau kita tidak lakukan secara serius maka akan panjang cerita Covid 19 ini,” tambahnya.

Namun yang paling terkena dari penyebaran Covid 19 dan diberlakukannya sosial distancing adalah kalangan ekonomi kelas menengah ke bawah.

“Yang merasakan dampak yang paling banyak itu kalangan ekonomi menengah ke bawah. Karena mereka rata-rata punya persediaan yang tipis, sehingga kalau tidak bekerja maka akan lain cerita kan begitu. Kalau kalangan ekonomi menengah ke atas mempunyai safety lah hingga 14 hari,” bebernya.

Lebih jauh, legislator yang mempunyai latar belakang pengusaha ini berharap setelah masa social distancing akan ada perubahan kebijakan yang secepat mungkin memperbaiki sektor-sektor ekonomi.

“Semoga keadaan sekarang cepat berlalu. Setelah masa ini selesai akan ada kebijakan baik dari pemerintah pusat maupun daerah untuk memulihkan kembali kondisi ekonomi kita,” tutupnya.

Di sisi lain, pengamat ekonomi Universitas Mulawarman, Aji Sofyan Effendi mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia bahkan dunia saat ini sedang tidak begitu menggembirakan. Bahkan China yang notabene negara yang ekonominya kuat hanya mengalami pertumbuhan ekonomi pada interval 3 hingga 5 persen.

“Sampai pada hari ini kita di kalimantan timur terkoreksi 0,8 persen untuk pertumbuhan ekonomi dari average rata-rata kita masih berada pada 4,7 persen. Kalau kita berada 0,8 persen koreksinya, maka masih ada sekitar 4 koma sekian persen. Tapi ini pun jangka pendek yang menurut saya dalam beberapa minggu kedepan, Tetapi apabila persoalan covid 19 ini tidak selesai di tiga bulan pertama atau pada satu semester, maka saya dapat mengatakan itu terkoreksi bisa mencapai angka 1,5 persen dari 4 persen,” urai Aji Sofyan Efendi saat disambangi beritakaltim di kediamananya di Samarinda, Senin (23/3/2020).

Namun yang lebih mengkhawatirkan bukan pada persoalan pertumbuhan ekonomi tetapi yang perlu dikhawatirkan adalah persoalan kekinian.

“Hari ini persoalan sandang pangan terpenuhi dan untuk itulah saya menyarankan bapak-bapak yang berada di Bulog untuk mencoba melakukan evaluasi kuantitatif terhadap pangan khususnya di kalimantan timur. Kalau toh pada akhirnya kita dilakukan lockdown maka diyakini bahwa semua kebutuhan pangan yang berhubungan dengan logistik bulog dapat terpenuhi dengan baik, beras, gula, minyak makan dan lainya harus dapat terpenuhi dengan baik,” bebernya.

Disektor Pariwisata Kota Samarinda juga mengalami dampak dengan adanya wabah Covid-19. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani.

“Tentunya sangat dirasakan dampaknya. Hotel-hotel sudah sangat menurun tingkat huniannya. Demikian juga dengan tempat wisata dan THM ditutup sementara sesuai Surat Edaran bapak wakikota,” ungkap I Gusti Ayus saat dikonfirmasi via whatsApp.

Lebih jauh I Gusti Ayu Sulistiani mengatakan pada bulan Maret hingga April akan mengalami penurunan yang signifikan.

“Semoga segera pulih kondisinya, tapi untuk bulan maret dan april akan ada penurunan yang cukup signifikan. Tapi saya belum bisa memprediksi kisarannya, nanti akan kita kumpulin data dulu,” tutupnya. #

Wartawan: Heriman