Dihadang Covid-19, Ekspor Kaltim Masih Tetap Surplus

oleh -157 views
Kepala Disperindakop Provinsi Kaltim, Fuad Assadin

SAMARINDA, beritakaltim.co- Kondisi ekonomi nasional maupun global benar-benar terpukul oleh wabah virus Korona. Di Kalimantan Timur, menurut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Fuad Assadin, masih mengalami surplus ekspor khususnya komoditi batu bara dan Migas.

“Neraca perdagangan Kaltim surplus di tengah covid 19. Perkembangan neraca perdagangan nasional maupun Kaltim bukan hanya Covid19, tetapi juga besarnya impor BBM, bahan baku industri dalam negeri, peralatan dan mesin, termasuk perkembangan perekonomian global dan kebijakan negara importir. Seperti Tiongkok yang akan melakukan restriksi kebijakan untuk melindungi harga batu bara mereka, atau kebijakan India untuk meningkatkan import batu bara untuk keperluan listrik,” urai Assadin saat dikonfirmasi via whatsApp, Rabu (25/3/2020).

Nilai ekspor Nasional pada Januari 2020 masih sebesar US$ 13,41 miliar, dibandingkan import sebesar US$ 14,27 milyar, maka defisit perdagangan Nasional Januari 2020 sebesar US $ 0,86 milyar. Namun Februari 2020, neraca perdagangan nasional mengalami surplus US $ 2,3 milyar, karena nilai export Indonesia mencapai US $ 13,90 milyar sementara import hanya US $ 12,2 milyar.

“Kalimantan Timur, memiliki kinerja ekspor jauh lebih baik. Kalimantan Timur merupakan penyumbang ekspor utama ketiga, setelah Jawa Barat, dan Jawa Timur. Neraca perdagangan Kalimantan Timur dalam 5 tahun terakhir terus menerus mengalami surplus. Demikian pula bulan Januari maupun Februari 2020. Di tengah situasi terpapar Covid19. Pada bulan Januari 2020, besarnya ekspor Kaltim sebesar US $ 1.242,97 milyar, dan import hanya sebesar US $ 0,216 milyar sehingga surplus neraca perdagangan sebesar US $ 1.026,71 milyar. Demikian pula bulan Februari 2020, besarnya export US $ 1.185,85 milyar, dan import sebesar US $ 372,05 juta, sehingga surplus neraca perdagangan sebesar US $ 1.030,06 milyar,” tambahnya.

Namun demikian, Fuad Assadin menegaskan, dibandingkan nilai bulan yang sama pada tahun 2019, memang nilai ekspor Kalimantan Timur bulan Januari dan Februari 2020 ini mengalami penurunan rata-rata 7,63 persen. Pada bulan Januari 2019, besarnya ekspor masih sebesar US $ 1.443,65 milyar, dan Februari 2019 sebesar US $ 2.629,49 milyar.

“Kinerja ekspor Kalimantan Timur Januari dan Februari 2020, sebagian besar disumbang oleh batubara sebesar 79,85 – 76,75 persen, migas berkisar sebesar 11, 81 – 15,15 persen, dan non migas non batubara 8,35 – 8,06 persen. Dengan komoditi dan produk andalan selain batubara, CPO, Kimia Anorganis, kayu, aneka produk kimia, kimia organik, ikan dan karet. Beberapa komoditi yang mengalami tekanan diantaranya batubara, kayu, dan bahan kimia lebih dari 10 persen, sedangkan lainnya lebih baik,” jelasnya.

Sayangnya sebagian besar ekspor Kaltim, disumbang oleh produk dan komoditi primer seperti mineral dan batubara 91,19 persen, sedangkan 9,81 persen lainnya disumbang oleh, CPO 4,53 persen, pupuk 1,40 persen, bahan kimia anorganik 1,29 persen, kayu 0,59 persen, dan produk/komoditi lainnya hanya 1 persen.

“Negara tujuan ekspor utama menguasai pangsa 73,14 persen, masing-masing Tiongkok 23,01 persen, India 21,06 persen, Jepang 15,94 persen, Malaysia 7,03 persen, dan Taiwan 6,10 persen,” tutup Assadin. #

Wartawan: Heriman