BeritaKaltim.Co

VIDEO | Rekor Baru di Kaltim, Sehari Naik 18 Positif

SAMARINDA: Pelonjakan secara drastis terjadi di Kalimantan Timur. Jumlah pasien positif terinfeksi virus Korona, mengalami kenaikan sebanyak 18 orang. Ini menjadi rekor tertinggi sejak pertama kali diumumkan pasien terkonfirmasi positif di Benua Etam.

Prediksi itu nampaknya benar-benar bakal terjadi. Seperti diperkirakan oleh Dinas Kesehatan Kaltim, pada masa puncak pandemi Covid-19 di Benua Etam bakal ada sekitar 400-500 pasien positif. Setelah itu kurva menurun. Jika anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan benar-benar dilaksanakan masyarakat, maka awal bulan Juni diprediksi semua berjalan normal kembali.

Analisa dari Dinas Kesehatan tersebut mulai menunjukkan kebenarannya. Sampai 2 Mei 2020, sudah terjadi lonjakan jumlah pasien positif terpapar virus Korona sebanyak 18 kasus. Ini menjadi rekor tertinggi sepanjang satu setengah bulan terakhir sejak diumumkannya kasus pertama warga Kaltim terinfeksi virus Korona.

Sebanyak 18 kasus baru yang dinyatakan positif, sebarannya adalah 10 kasus di Kutai Kartanegara, 6 kasus di Samarinda, Kutai Timur 1 kasus dan Kutai Barat 1 kasus.

Kabar mengejutkan lainnya, dari 16 pasien baru yang dinyatakan positif tersebut, 15 diantaranya adalah terkait dengan klaster keagamaan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 14 adalah peserta Ijtima keagamaan di Gowa, sedangkan yang satu orang karena kontak erat dengan pasien positif klaster Gowa.

Andi Muhammad Ishak mengatakan saat ini setidaknya sudah ada tujuh klaster yang harus diwaspadai dan menjadi bahan pelacakan tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 di Kaltim. Satu klaster yang paling tinggi jumlah korban tertular adalah peserta Ijtima Gowa, tapi ada juga klaster Magetan yang perlu diwaspadai. #

Penambahan kasus Positif (Konfirmasi) COVID-19 per 2 Mei 2020 sebanyak 18 kasus, sebagai berikut:

A) Kutai Timur 1 Kasus
1) KTM 21 (Wanita 26 tahun) merupakan kontak erat KTM 15 dari kluster Gowa yang memiliki keluhan pilek serta memiliki hasil rapid test reaktif, kasus dirawat di ruang isolasi RS Kudungga Sangatta sejak 20 April 2020.

B) Kutai Barat 1 Kasus
1) KBR 13 (Laki-laki 42 tahun) merupakan kontak erat dengan Kluster Gowa dengan keluhan Pilek. Kasus dirawat di RSUD Harapan Insan Sendawar

C) Kutai Kartanegara 10 kasus
1) KKR 4 (Laki-laki, 16 th)
2) KKR 5 (Laki-laki,54 th)
3) KKR 6 (Laki-laki 20 th)
4) KKR 7 (Laki-laki, 25 th)
5) KKR 8 (Laki-laki, 41 th)
6) KKR 9 (Laki-laki, 39 th)
7) KKR 10 (Laki-laki, 41 th)
8) KKR 11 (Laki-laki, 40 th)
9) KKR 13 (Laki-laki, 37 th)
Pasien merupakan hasil tracing kluster Gowa yang menghadiri acara keagamaan di Gowa dengan hasil Rapid test reaktif. Hingga saat ini kondisi kasus stabil dan dilakukan perawatan di Wisma Atlit Kutai Kartanegara

10) KKR 14 (Wanita 52 tahun) merupakan kontak erat KKR 5 dari Kluster Gowa dengan hasil Rapid test Reaktif. Kasus dirawat di Wisma Atlet Kutai Kartanegara.

D) Samarinda 6 kasus
1) SMD 20 (Laki-laki 44 tahun)
2) SMD 21 (Laki-laki 48 tahun)
3) SMD 22 (Laki laki 41 tahun)
4) SMD 23 (Laki-laki 60 tahun)
5) SMD 24 (Laki-laki 42 tahun)
Pasien merupakan hasil tracing kluster Gowa yang menghadiri acara keagamaan di Gowa dengan hasil Rapid test reaktif. Hingga saat ini kondisi pasien stabil dan dilakukan perawatan di RS Karantina Bapelkes

6) SMD 25 (Laki-laki 25 tahun) merupakan pelaku perjalanan dari Surabaya, yang telah melakukan pemeriksaan Covid 19 di RS Pertamina balikpapan dengan keluhan kurang enak badan pada tanggal 21 April 2020, dan pemeriksaan ulang di RS Karantina Bapelkes serta pengambilan swab pada 23 April 2020. Kasus melakukan isolasi diri dirumah, dan posisi kasus saat iniberada di Surabaya. #

Comments are closed.