BeritaKaltim.Co

VIDEO | 50 Warga Tol Mengklaim belum Dibayar

SAMARINDA: Setidaknya masih ada 50 warga yang mengklaim tanahnya diserobot pemerintah untuk membangun jalan tol Balikpapan-Samarinda. Khususnya warga Sungai Merdeka yang lokasinya di Kilometer 32 dekat pintu tol Samboja Kutai Kartanegara.

Sejak akhir tahun 2019 lalu jalan tol Balikpapan-Samarinda sudah bisa dinikmati para pengendara roda empat. Bahkan setelah lebih 6 bulan digratiskan tidak membayar tol, baru pada bulan Juni 2020 ini Pemerintah menurunkan tarif, yakni sekitar Rp1000 per kilometer.

Di balik cerita tentang polemik tarif tol, ternyata masih ada warga yang mengklaim kehilangan tanahnya karena digusur untuk membangun jalan tol pertama di seluruh Kalimantan itu.

Jumlah warga yang kehilangan tanah dan belum dibayar gantirugi oleh pemerintah, seperti dituturkan politisi dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Ali Hamdi, ada sekitar 50 orang. Dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD Kaltim, dia sudah datang bertemu dengan warga yang mengklaim lahannya hilang karena diserobot pemerintah.

“Saya punya datanya dan sudah berdialog dengan warga. Mereka juga sudah mengadu ke DPRD Kukar, DPRD Kaltim dan ke Pak Gubernur. Tapi sampai sekarang belum ada terselesaikan masalah mereka,” kata Ali Hamdi.

Warga yang tinggal di Sungai Merdeka Kecamatan Samboja itu sudah mengadukan masalahnya ke DPRD Kutai Kartanegara maupun ke DPRD Kaltim. Bahkan sudah menemui Gubernur Kaltim Isran Noor. Hanya saja, seperti diutarakan oleh Ali Hamdi, semua sia-sia karena tidak ada yang memberikan perhatian.

Ali Hamdi mengatakan sudah menyampaikan persoalan itu kepada pimpinan DPRD untuk ditindaklanjuti. Dalam waktu dekat DPRD Kaltim mengirim surat untuk dua hal yang dianggap serius untuk keberlangsungan jalan tol, yakni soal tarif dan juga ganti rugi lahan petani. #

Sumber : Tim Kaltim TV, Hardin

Comments are closed.