
BONTANG, BERITAKALTIM.CO–Sekolah di pesisir yang ada di Kota Bontang melakukan pembelajaran secara tatap muka. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbu) Bontang menganggap hal tersebut tidak masalah, selama menerapkan protokol kesehatan.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas), Disdikbud Bontang mengatakan jika jumlah siswa yang ada disekolah pesisir hanya sedikit. Dalam perkelasnya hanya diisi sekira 4 hingga 5 siswa. Menurutnya, yang terpenting gurunya yang mengajar disekolah tersebut merupakan warga dari wilayah pesisir itu sendiri dan bukan dari luar wilayah tersebut. Dan pihak Disdikbud pun mempersilahkan jika ingin melakukan pembelajaran secara tatap muka.
“Yang penting bukan orang luar masuk ke wilayah tersebut. Misalnya, guru sekolah di SD melahing masih warga melahing dan bermukim disana juga. Karena pandemi covid-19 inikan istilahnya bawaan sehingga menularkan ke orang yang ada disekitar,” ujar Saparudin. Selasa (22/9/2020), pagi.
Menanggapi haltersebut, Anggota Komisi I, Abdul Haris menyampaikan, jika pembelajaran tatap muka yang dilakukan sekolah-sekolah yang ada di pesisir tentu tidak masalah selama menerapkan protokol kesehatan, dan juga dari sisi jumlah siswa tidak sebanyak jumlah pelajar yang ada di pusat Kota Bontang.
“Tentunya harus terapkan protokol kesehartan, dari jumlah murid juga tidak sebanyak di sini (Pusat Kota Bontang),” ungkapnya.
Dengan kondisi pandemi saat ini, sistem pembelajaran menurutnya hanya ada du acara yakni secara online dan secara offliine. Mengingat di daerah pesisir akses jaringan internet terbatas sehingga maka pembelajaran secara tatap muka harus tetap dilakukan.
“Ya mau tidak mau harus dilakukan pembelajaran tatap muka karena pembelajaran harus tetap jalan. Apalagi pandemi covid-19 tidak diketahui kapan berakhir,” tuturnya.
“Apalagi pemerintah telah mempersiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk sarana murid melakukan pembelajaran,” tutup Abdul Haris.#
Wartawan : JIS
Comments are closed.