BeritaKaltim.Co

Mahasiswa di Samarinda Demo Blokir Jalan, Keberatan 4 Pasal UU Cipta Kerja

BERITAKALTIM.CO- Undang- Undang Omnibuslaw terus menuai penolakan bukan hanya dari kalangan buruh namun penolakan tersebut datang dari kalangan mahasiswa. Ratusan mahasiswa yang terdiri dari berbagai kampus yang ada di Samarinda dan Kutai Kartanegara serta organisasi ekstra kampus melakukan aksi di simpang empat Mal Lembuswana.

Aksi dimulai sekitar pukul 12.00, diwarnai dengan pembakaran ban bekas hingga memblokir jalan.
Humas Aksi, Elga mengatakan dalam aksi nya mereka menuntut kepada DPR RI dan pemerintah untuk mencabut UU Omnibuslaw klaster ketenagakerjaan dan pihaknya menyebut UU tersebut merupakan bentuk penghianatan terhadap masyarakat terutama kaum buruh.

“Beberapa pasal yang mendapat penolakan. Kalau dalam rilis kami ada empat pasal kita sampaikan, empat pasal tersebut sangat tidak berpihak pada kaum buruh,” ungkap Elga saat ditemui saat di lokasi aksi, Rabu (7/10/2020).

Lebih lanjut, Elga mengatakan akan ada aksi lanjutan apabila pemerintah dan DPR RI tidak mencabut UU Omnibuslaw.

“Kita akan terus berlanjut ke pemerintahan, besok kita akan lanjut di kantor Gubernur dengan agenda bersamaan dengan teman-teman nasional,” bebernya.

Namun untuk aksi di Kantor DPRD Kaltim, Elga mengatakan tidak menutup kemungkinan akan ada aksi di DPRD.

“Kemungkinan ada, untuk aksi ini pun kita akan bertahan sampai malam karena itu hasil konsolidasi awal kita,” pungkasnya. #

Wartawan: Heriman

Comments are closed.