BeritaKaltim.Co

Kaporlesta Balikpapan Terluka Kena Lemparan Pendemo UU Cipta Kerja

BERITAKALTIM.CO- Demonstrasi massa menolak Undang Undang Cipta Kerja diwarnai adanya upaya pendemo mencoba menyusup gedung DPRD Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman. Namun petugas berusaha keras agar gedung para wakil rakyat tidak sampai diduduki para pengunjukrasa.

Aksi demonstrasi akhirnya dibubarkan dengan tembakan gas air mata. Sebelumnya terjadi aksi saling lempat yang membuat Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi ikut jadi korban lemparan.

Tepat pukul 17.50 wita, Jumat (9/10/2020) aksi demo yang awalnya berjalan aman, tertib dan kondusif akhirnya ricuh. Massa berusaha menerobos dari sisi kanan penjagaan kepolisian dan kawat berduri.

Massa pendemo yang mulai anarkis diamankan petugas kepolisian di Balikpapan.

Petugas jaga tanpa berpikir panjang langsung membubarkan dengan melepaskan gas air mata sehingga mereka berhamburan dan terpecah.

Massa menuju masuk ke arah kantor pos di Jalan Puspo Yudo, dan berhambur masuk ke masjid At Taqwa samping BRI Jalan Jenderal Sudirman.

Aparat keamanan menembakan gas air mata untuk membubarkan massa. Sementara massa melemparkan sejumlah benda keras ke arah aparat.

Akibatnya, sejumlah massa mengalami luka-luka hingga pingsan, dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Beberapa anggota polisi juga terluka, termasuk Kapolresta Balikpapan Kombes Turmudi menjadi korban lemparan benda keras.

“Tadi kena lempar benda keras. Ini sementara diperban dulu,” jelas Turmudi.

Setelah mendapat perawatan medis, Turmudi kembali memimpin pembubaran massa.

“Saya sebagai komandan siap di barisan depan bukan di belakang. Ini risiko di lapangan,” ujarnya.

Ia juga tak mempermasalahkan luka yang dialaminya. “Enggak apa-apa, saya tadi sempat digotong tapi demi ketertiban dan semua tetap aman saya di sini,” ucapnya.

Massa beralih di dekat Masjid At Taqwa. Kapolres dan Dandim melakukan pembubaran dan negoisasi agar massa membubarkan diri namun gagal.

Pukul 18.05 Wita polisi kembali melontarkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan massa, sehingga massa yang berada di jalan Jenderal Sudirman lari, begitu pula yang ada di area masjid, mereka berhamburan masuk ke dalam masjid.

Pengeras suara mobil Brimob berulang-ualng meminta massa membubarkan diri. Termasuk dari pengurus masjid agar pendemo menghentikan aksi dan salat magrib.

Pukul 18.10 Wita azan berkumandang, massa mulai mencair meninggalkan lokasi namun sebagian bertahan di dalam masjid. Jalan Sudirman di buka dan bisa dilalui pengguna jalan. Sementara sebagian massa yang berada di masjid usai salat magrib siap-siap membubarkan diri. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.