BeritaKaltim.Co

Pemkot Balikpapan Menghapus Surat Edaran Pembatasan Jam Malam

BERITAKALTIM.CO- Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menghapus pemberlakuan pembatasan jam malam seperti dituangkan dalam Surat Edaran sebelumnya. Kebijakan itu disampaikan saat pers rilis update terbaru wabah Korona di Balikpapan, Senin (12/10/2020) sore.

Satuan Gugus Tugas menyampaikan ada penambahan sebanyak 15 kasus positif baru dan kasus sembuh sebanyak 36 kasus rata-rata selesai isolasi mandiri dan tidak ada kasus kematian.

“Hari ini ada 15 kasus positif, 36 selesai isolasi dan alhamdulillah tidak ada kematian,” kata Kepala DKK Balikpapan, Andi Sri Juliarty.

Kasus positif tersebut didominasi oleh pasien dengan riwayat Orang Tanpa Gejala (OTG), sebanyak 10 kasus.

“Sisanya lima kasus merupakan pasien suspek yang memiliki gejala,” ujarnya.

Meskipun terus membaik, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyebut masih ditemukan kluster perumahan yang menjadi perhatian khusus.

“Saya minta Kelurahan mencermati agar kluster perumahan tidak terus berkembang,” ucap Rizal.

Rizal menjelaskan berdasarkan hasil evaluasi, grafik R-Naught (R0) yang semakin baik diangka 0,64 berarti tingkat disiplin juga semakin baik. Maka, terhitung besok jam malam dihapuskan,” kata Rizal.

Tetapi penegakkan disiplin protokol tetap dilakukan. Dan bila mana kesadaran masyarakat menurun ditandai dengan peningkatan kasus positif, maka kegiatan pembatasan jam malam bisa diterapkan lagi.

“Operasi penegakan disiplin protokol kesehatan tetap kita lakukan jika menurun lagi kesadaran dan disiplin prokesnya, ditandai peningkatan kasus positif maka kegiatan pembatasan bisa dilakukan lagi,” ujar Rizal.

Rizal menghimbau agar masyarakat bisa menjalankan protokol kesehatan dengan baik sehingga akan lebih banyak lagi pelonggaran yang dilakukan.

“Saya minta Prokes bisa dijalankan dengan baik, maka pelonggaran lain bisa dilakukan,” ungkapnya.

Ditanya terkait soal Tempat Hiburan Malam (THM), dia mengatakan untuk saat ini belum boleh dibuka dulu.

“THM belum. Ada yang kita tegur, kita stop, kita akan tindak. Kecamatan juga sudah melakukan operasi jangan sampai kita cabut izin operasionalnya. Mohon sabar. Ini situasi dan pilihan yang tidak gampang,” ucapnya.

Dengan penambahan kasus tersebut, total akumulatif pasien terkonfirmasi positif hingga saat ini mencapai 3.400 kasus.Dengan rincian, 214 kasus masih dalam perawatan, 458 tengah menjalani isolasi mandiri, 2.526 kasus merupakan pasien sembuh, dan 202 kasus dinyatakan meninggal dunia. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.