BeritaKaltim.Co

Dewan Sesalkan Pengetapan BBM, Minta Cepat Ditindak Tegas

BERITAKALTIM.CO- Anggota DPRD Kota Balikpapan menyesalkan makin maraknya pengetapan BBM jenis premium, namun hingga kini tidak ada tindakkan tegas untuk menertibkan.

Adanya pengetap BBM cenderung merisaukan masyarakat, karena akibat banyaknya permintaan BBM dalam jumlah besar ini menimbulkan antrian panjang di SPBU.

Anggota Komisi II Riri Saswita Diano mengatakan, harusnya ada tindakan tegas dari Pemerintah Kota (Pemkot), Pertamina dan aparat dengan melakukan razia maupun menertibkan. Termasuk SPBU harusnya tidak melayani pengetap.

“Pertamina, kepolisian dan Satpol PP harusnya bisa bertindak tegas dengan melakukan razia terus menerus. Kalau dilakukan tindakan tegas, tidak akan ada lagi pengetapan, Karena pengetapan adalah kegiatan ilegal,” ujarnya, Selasa (13/10/2020).

Menurutnya, tidak sulit untuk menindak tegas pengetap karena biasanya terlihat bolak-bolak di SPBU. SPBU juga harusnya mudah untuk mengetahui pengetap yang tengah ikut mengantri dengan tangki yang rata-rata telah dimodifikasi.

“Padahal kan tangki dimodifikasi tidak sesuai standar juga sangat berisiko dan bahaya, tidak sesuai standar pengamanan. SPBU juga harusnya bersama memperketat pengawasan, tidak juga melayani pengetap,”ucapnya.

Riri menambahkan pengetapan merupakan kegiatan yang ilegal yang dilakukan sebab tak berijin seperti halnya POM mini yang juga membeli BBM dari SPBU.

“Karena kan tidak ada izin usahanya. Seperti POM mini. Bagaimana mekanisme dan standar operasional prosedur (SOP) dalam perizinan usaha. Contohnya masalah POM mini,” bebernya ketika ditemui awak media Beritaklatim.co.

“Perda tidak bisa mengatur, sudah ada undang-undang yang lebih tinggi mengatur soal penimbunan, dalam hal ini hukum pidana,” pungkasnya. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.