BeritaKaltim.Co

Polisi Tidak Akan Tolerir Pelaku Demo Anarkis

BERITAKALTIM.CO- Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi menegaskan, akan menindak tegas pelaku aksi demo yang melakukan anarkis maupun perusakan.

Pihaknya tidak akan mentolerir apabila ditemukan kembali tindakan perusakan pada rencana aksi unjuk rasa penolakan Undang Undang Cipta Kerja pada hari Kamis, tanggal 15 Oktober 2020 mendatang. Demikian disampaikan Turmudi usai rapat dengan unsur Muspida, Selasa (13/10/2020).

“Kalau kemarin kita masih ada toleransi tapi yang ke depan, kalau ada anarkis dan perusakan kami akan tindak tegas,” jelasnya ketika ditemui awak media.

Kepolisian juga menyatakan, tidak akan ada lagi penangguhan penahanan bagi pelaku aksi demo yang melakukan anarkis dan perusakan ketika diamankan.

“Tidak ada lagi penangguhan, ini sudah ketegasan saya. Mudah-mudahan tidak ada lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dirinya berharap sudah tidak ada tindakan anarkis yang berakibat pada perusakan sejumlah fasilitas umum di sekitar areal pelaksanaan unjuk rasa seperti pada dua kali aksi sebelumnya.

Untuk pengamanan aksi unjuk rasa pada tanggal 15 Oktober mendatang, Turmudi menerangkan bahwa dirinya masih menggunakan pola pengamanan yang sama, yang difokuskan pada pengamanan di sekitar Gedung DPRD dan Kantor Wali Kota Balikpapan, serta beberapa bangunan yang ada di sekitarnya.

“Ini sudah ketegasan saya. Apapun itu nanti saya akan tegaskan. Mudah-mudahan tidak ada lagi bentrokan seperti yang lalu,” terangnya.

Menurutnya, demo hanya dilakukan mahasiswa dan tidak mengundang ormas. Surat pemberitahuan bakal melakukan aksi demo pada Kamis (15/10/2020), masih akan dipelajari. Titik demo tetap di lokasi yang sebelumnya depan Kantor DPRD dan Wali Kota.

“Titik demo masih tetap, tapi hari ini pemberitahuan masih akan disampaikan ke Sat Intel nanti kita akan pelajari pergerakan mereka sepereti apa. Mereka tidak mengundang ormas,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan sejumlah elemen masyarakat untuk memastikan tetap menjaga kondusifitas. Termasuk juga instansi terkait . Harapannya, aksi demo tidak dilakukan secara anarkis dan tidak ada perusakan.

“Kita sudah koordinasi dengan beberapa elemen masyarakat bersama-sama kita menjaga Kota Balikpapan ini supaya aman, masyarakat semaunya secara umum, Kemenag juga,” ujarnya.

Dia menambahkan, pola pengamanan tetap seperti saat aksi demo sebelumnya. Gedung DPRD dan Kantor Wali Kota maupun sejumlah kantor lainnya menjadi prioritas pengamanan. Termasuk rumah ibadah yang ada disekitar.

“Jadi Hari Kamis kita pola pengamananya tetap seperti kemarin, kita akan amankan gedung DPRD dan Kantor Wali Kota dan sekitarnya,” ujarnya

“Karena disitu akan ada masjid jangan sampai jadi sasaran yang di pelintir-pelintir, semuanya demi keamanan,” ujarnya. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.