BeritaKaltim.Co

Kadisdik Sarankan MKKS Berikan Penugasan Agar Pelajar Tidak Ikut Demo Lanjutan

BERITAKALTIM.CO- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan meminta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) memberikan tugas kepada pelajar, guna mengantisipasi keterlibatan para pelajar dalam aksi demo lanjutan yang rencana digelar pada Kamis (15/10/2020).

“Kami sarankan kepada MKKS akan di berikan tugas atau semacam middle test daring mulai dari jam 09:00-02:00 pada hari Kamis, supaya mereka di rumah semua,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan Muhaimin di Balai Kota, Rabu (14/10/2020).

Dijelaskan, para pelajar yang tertangkap oleh aparat kepolisian pada saat mengikuti aksi demo tersebut, sudah diberikan pembinaan oleh Polresta Balikpapan dengan cara memanggil orang tua masing-masing.

“Mereka jenuh belajar daring dan begitu ada yang ajak mereka ikut rame-rame kalau ikut demo mereka tidak tahu,” ucapnya.

Sementara itu, para orangtua juga diminta terus memeriksa atau memantau media sosial atau WhatsApp group anak, supaya pada hari Kamis nanti tidak ada para pelajar yang terlibat mengikuti aksi unjuk rasa penolakan UU Omnibus Law.

” Mulai hari Kamis nanti walaupun tetap di kasih tugas, tetap ada guru pembina yang ada di lapangan dan ketua MKKS biar mengetahui adanya pelajar yang mengikuti demo,” imbuhnya.

Meskipun sebenarnya pada aksi demo yang terjadi pada tanggal 08-09 Oktober 2020 itu, para pelajar terkena sweeping terlebih dahulu oleh aparat kepolisian sebelum mengikuti demo.

“Tapi saya yakin masih ada yang lolos juga,” ujarnya.

Mangingat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran terkait himbauan para orangtua agar mencegah terjadinya keterlibatan aksi unjuk rasa. “Sudah dilakukan sosialisasi kepada WhatsApp group guru dan orang tua,” pungkasnya. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.