BeritaKaltim.Co

Keringanan dan Penghapusan Sanksi Pajak Kendaraan Sampai 31 Desember

BERITAKALTIM.CO— Bukan rahasia lagi jika kota dengan penduduk terpadat se-Kaltim yakni Samarinda, memiliki potensi penyerapan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) terbesar. Dari database Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2020, terdapat total sebanyak 2,6 Juta unit kendaraan di Kaltim, dimana lebih dari seperempatnya berada di Samarinda dengan total 751.778 unit kendaraan.

Oleh sebab itu, Kebijakan mengenai relaksasi pajak bermotor dikeluarkan oleh Pemprov Kaltim. Dalam Pergub No. 31/2020 tentang Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pembebasan Sanksi Administrasi PKB serta Pergub No, 39/2020 tentang Keringanan Pokok Pajak dan Pembebasan Sanksi Administrasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) atas Penyerahan Kepemilikan Kendaraan Bermotor Kedua dan Seterusnya Tahun 2020.

Melalui regulasi tersebut, masyarakat Kaltim kini dipermudah sebab nilai PKB motor mendapat keringanan dan bebas dari pungutan denda. Sehingga menurut Kepala Bapenda Provinsi Kaltim Hj Ismiati, kebijakan ini penting diinformasikan oleh pihaknya kepada warga Kota Samarinda agar bisa memanfaatkan kebijakan itu.

“Kita sampaikan pada pertemuan dengan tiap camat dan lurah Bulan Juli lalu. Ini loh, kesempatan kita tolong disampaikan kepada warga lewat forum RT, agar bisa dimanfaatkan,” ucap Ismiati pada Kamis (15/10/2020).

Ismiati menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil Pemprov Kaltim dalam upaya membatu masyarakat akibat kondisi Pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan penurunan. Pertimbangannya. Sektor perekonomian yang cukup terhantam dan berkurangnya pemasukan individu. Kondisi perekonomian warga yang menurun, bisa terbantu dalam mengurus kelengkapan berkas kendaraan pribadinya.

“Keringanan PKB dan BBNKB-2 serta penghapusan sanksi administrasi akan diperpanjang hingga 31 Desember. Silakan manfaatkan channel pembayaran seperti e-Samsat hingga Samsat Delivery Pos (SADELPOS) untuk memudahkan membayar pajak,” sambung Ismiati.

Terakhir. Ia menjelaskan bahwa pihaknya kini juga mendorong optimalisasi sistem IT guna memfasilitasi keseluruhan pelayanan. Sebab, ia mengatakan bahwa meski berada di tengah situasi Pandemi Covid-19, bukan berarti Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berhenti memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Semua wajib dijalankan sesuai SOP dan protokol kesehatan. Mari saling mengingatkan untuk disiplin memakai masker dan menjaga jarak,” pungkas Ismiati. #

Wartawan : Sam

Comments are closed.