
BONTANG, BERITAKALTIM.CO– Anggota Komisi III, Abdul Samad masih menyoroti musibah kebakaran yang terjadi di kawasan wisata terpung yakni, Bontang Kuala yang memang padat penduduk.
Kejadian kebakaran yang terjadi tujuh hari lalu, kini masih menjadi pembicaraan hangat. Hal ini Ia sampaikan kepada awak media, usai rapat paripurna ke-12 masa sidang I DPRD Kota Bontang Tahun 2020, dalam rangka penetapan propemperda tahun anggaran 2021, Selasa (20/10) pagi.
Salah satu anggota Komisi III ini pun juga menyampaikan, salah satu kendala dalam hal evakuasi kebakaran dikarenakan akses jalan yang tidak memungkinkan untuk kendaraan roda empat untuk bisa masuk menuju tempat kejadian perkara (TKP).
“Terjadinya kebakaran pada tanggal 13 Oktober itu, salah satu kendala tidak memungkinkan masuk mobil kesana. Akhirnya menggunakan roda dua sepeda motor. Dengan menggunakan mesin apung itu, floating pump itu dengan dua unit Alhamdullilah bisa teratasi, walaupun di dalam hal itu mereka juga masih kesulitas,” imbuhnya.
Menurutnya, salah satu cara meminimalisirkan dampak dari kebakaran yang terjadi ialah adanya pengadaan Pompa hydrant di beberapa titik tertentu.
“Tentu juga perlunya fire sistem pompa hydrant ini yang memang sudah kami bahas semenjak 2019 kepada pemerintah. Tetapi, karena pandemi ini tersedot lah anggaran. Tetapi, bagaimana nantinya tahun 2021 ini harus bisa ditindak lanjutin pegadaan yang diusulkan itu harus ada,” harapnya.
Tak hanya itu, politisi dari Hanura ini berharap, nantinya kedepan, fasilitas Pemadam Kebakaran bisa harus segera ditambah. Sehingga, Damkar pun dapat bekerja dengan maksimal dan optimal.
“Kami harap beberapa alat seperti mesin di Pemadam Kebakaran bisa ditambah, terutama floting pump itu. Ketika memang terjadi kebakaran, sebelum pemadam datang, mungkin mereka masih bisa berupaya menggunakan mesin itu disetiap RT didaerah pesisir,” tandasnya.#
Wartawa : Ph
Comments are closed.