BeritaKaltim.Co

Ada Proyek Bendungan Nasional yang Mandek di Kaltim ?

BERITAKALTIM.CO— Salah satu proyek strategis nasional di Kaltim santer terdengar mandek. Atau mengalami hambatan. Hal ini diungkap oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kaltim Kaltim Prof. Dr. IR. H. M. Aswin, MM.

Pada perhelatan yang diinisiasi oleh Pertamina yakni acara Penandatangan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama Pemerintah MOR I Kalimantan dan Pemprov Kaltim di Emerald Room I di Hotel Mercure Samarinda, Kamis (21/10/2020), Kepala Bappeda Kaltim, Aswin membeberkan hal tersebut.

Ia mengatakan bahwa proyek nasional tersebut adalah pembangunan bendungan yang berlokasi terletak di antara Desa Muara Lambakan dan Kepala Telake, Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser.

Bendungan tersebut penganggarannya, sebut Aswin, masuk dalam APBN tahun 2020 melalui BWS Wilayah III Kalimantan. Nantinya. Aswin menjelaskan bahwa bendungan tersebut akan dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Air dengan kapasitas daya sekitar 18.87 megawatt (MW).

“Padahal itu bisa menjadi sumber listrik, pengairan pertanian, karena dekat dengan Ibu Kota Negara,” ucap Aswin saat diwawancarai, Kamis (21/10/2020).

Aswin mengatakan bahwa pembangunan bendungan tersebut sebenarnya sangat ideal untuk dilakukan. Sebab, ia menilai bahwa daerah penyokong Ibu Kota Negara (IKN) nanti akan membutuhkan penganggaran listrik yang cukup besar. Karena pipa gas yang melalui daerah tersebut disebutnya masih kurang terutama untuk menyokong daerah-daerah seperti Kabupaten Panajam Pasir Utara (PPU) dan Kabupaten Paser. Namun, sampai sekarang ia mengatakan masih belum ada tanda-tanda bahwa proyek besar tersebut akan dijalankan kembali.

“Itu program prioritas nasional yang dibiayai tapi sampai sekarang belum bergerak,” jelasnya.

Aswin sendiri menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui secara persis jumlah nilai investasi yang telah digelontorkan oleh Investor. Sepengetahuannya. Proyek pembangunan tersebut pernah hendak dibebankan pada APBD Provinsi Kaltim. Namun ditolak mentah-mentah oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pada waktu itu.

“Tapi dulu kita diminta berhutang, dan kita tidak mau,” pungkas Aswin. #

Wartawan: Sam

Comments are closed.