BeritaKaltim.Co

Mengenal Lebih Dalam Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah Kaltim

BERITAKALTIM.CO- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kaltim membuat Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan daerah (SIPDD) untuk meningkatkan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Sistem ini, diciptakan untuk mensinergikan antara program PPM yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) dengan perusahaan-perusahaan tambang di Kaltim.

Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Kalimantan Timur Saur Parsaoran. T, S.Pi, MEMD mengatakan bahwa sistem yang dilaksanakan pada tahun ini, dibuat sebagai tindak lanjut dari Permen ESDM No. 41 Tahun 2016 tentang Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

“Jadi Kaltim cepat menindaklanjuti itu meskipun belum terintegrasi dengan maksimal dengan Perusahaan,” ucap Saur saat diwawancarai, Jumat (23/10/2020).

Kelak seluruh program PPM yang ada di tingkat Kabupaten/Kota hingga kecamatan bisa dilihat secara realtime. Di mana perusahaan-perusahaan tambang yang memiliki nilai produksi di atas 1 Juta Ton Pertahun didorong untuk mengintegrasikan program CSRnya ke dalam sistem ini.

Saur menjelaskan bahwa perusahaan yang semisal memiliki program mendorong pemberdayaan masyarakat dalam produksi suatu produk, nanti akan dibantu programnya oleh pemerintah ketika sudah masuk dalam SIPDD.

“Misalnya Berau Coal. Mendukung petani kakau dari pengolahan dan pemasarannya. Pemprov bisa bergerak di perluasan tanam, kemudian bagaimana meningkatkan produktifas dan semacamnya, itu yang mau kita dorong,” jelasnya.

Pengisiannya pun mudah. Saur menjelaskan bahwa Perusahaan hanya perlu mengakses SIPPD melalui Bappedakaltim.com. Dimana per hari ini, sudah ada 23 Perusahaan yang mengisi data SIPDD dari total 53 perusahaan besar yang ada di Kaltim.

“Nilai catatan terakhir kita sampai hari ini sudah 95 milyar yang mereka rencanakan di tahun 2020 ini,” ungkap Saur.

Sehingga kedepannya, dia berharap, sistem tersebut akan berjalan lancar dan mampu diterapkan di seluruh sektor perekonomian selain pertambangan.

“Seperti kehutanan juga masuk, perkebunan, kemudian pengolahan minyak, jadi tambah besar dan sinergis. Dan masalah-masalah pembangunan di Kaltim bisa cepat kita selesaikan,” pungkas Saur. #

Wartawan: Sam

Comments are closed.