BeritaKaltim.Co

Masker Kain “Tumpar dan Manik” Khas Dayak dari Tenggarong

BERITAKALTIM.CO- Untuk meningkatkan usahanya, seorang pengrajin masker kain di Kutai Kartanegara terus berinovasi dan berkreativitas, sehingga hasil karyanya itu bisa diminati banyak orang apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Misalnya saja Meriana, seorang pengrajin masker yang ada di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara. Dia membuat masker kain bermacam jenis dengan berbahan manik dan tumpar (sulam) bermotif ukiran khas dari Suku Dayak Kenyah serta Benuaq.

Masker kain yang menggabungkan motif antara manik dan tumpar (sulam) ini diolah dengan sejumlah proses yang cukup lama atau memakan waktu dua hari.

Ketua Dekranasda Kabupaten Kutai Kartanegara Maslianawati.

Tak hanya itu, pembuatan masker kain dengan memadukan antara motif manik dan tumpar ini sendiri untuk mengangkat kearifan lokal agar lebih kenal luas.

Wanita yang disapa akrab dengan Meri ini mengaku, selama membuat masker kain bermotif dari manik dan tumpar (sulam) itu, dirinya banyak menerima pesanan dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur.

Selain itu, wanita berusia 40 tahun ini juga menerina banyak pesanan dari daerah di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Jogyakarta dan Surabaya serta Pulau Dewata Bali hingga Sumatera, karena motif yang di tawaran sangat beragam.

“Kita selalu berusaha untuk berinovasi dan berkreatifitas, mengikuti apa yang menjadi kebutuhan di masa pandemi saat ini, kita membuat suatu produk yang bisa diminati oleh konsumen baik pasar lokal maupun nasional,” ungkapnya.

Walaupun tak menemukan kendala yang sulit, namun saat memproduksi masker tumpar (sulam) dan manik itu, Meriana merasa kekurangan karyawan, pasalnya saat ini pesanan masker tumpar semakin bertambah. Ia juga berharap, masker kain bermotif manik serta tumpar (sulam) buatannya tersebut, selalu di minati oleh konsumen.

“Saya berharap masker bermotif tumpar (sulam) dan manik ini selalu diminati, sehingga kami terus menerus mendapatkan pesanan dan para pengrajin tumpar saya pun selalu ada pekerjaan,” bebernya.

Masker Tumpar.
Masker dipadu manik.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Kutai Kartanegara Maslianawati mengapreasiasi kreativitas Meriana seorang pengrajin masker kain yang dipadukan dengan tumpar (sulam), sehingga menjadi hal unik serta bernilai seni tinggi dan memiliki cirri khas kearifan lokal luar biasa.

Maslianawati juga mengemukakan, selama pendemi Covid-19 melanda, kehadiran masker memang kian menjadi kebutuhan utama bagi warga yang melakukan aktifitas diluar rumah, sehingga para pengrajin masker di tuntut untuk lebih berinovasi agar karyanya tersebut semakin diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

“Saya berharap hal ini dapat menjadi contoh bagi para pengrajin di Kutai Kartanegara, agar dapat meningkatkan kraetivitas higga menciptkan sebuah produk yang kelas dan memiliki nilai jual lebih tinggi, yang berbasis kearifan lokal di daerah masing-masing,” harapnya.

Untuk harga masker kain buatan Meriana ini sendiri dibandrol Rp50.000 hingga 80.000,- namun tergantung motif manik serta tumpar yang diinginkan oleh pemesan. Selain membuat masker kain, Meriana juga memperoduksi berbagai macam tas yang memandukan antara manik dan tumpar dengan mengikuti trend masa kini.

Bagi anda yang berminat untuk membelinya, silakan saja datang ke ByMer collection yang beralamatkan di Jalan Gunung Belah Beringin 3, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartangara. #

Wartawan: Fa

Comments are closed.