BeritaKaltim.Co

Ruko di Jalan Siradj Salman Kembali Disorot LSM dan Dewan

BERITAKALTIM.CO- Aksi ‘segel’ bangunan oleh Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) bersama Dinas Penanaman Modal Dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Samarinda bulan Agustus lalu di Jalan Siradj Salman RT.27 Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu, mendapat sorotan kalangan mahasiswa karena tidak ada lanjutannya.

Sekelompok aktivis dari Front Aksi Mahasiswa (FAM) Kaltim, melalui Ketuanya, Nhazar, mengungkapkan, kepada media ini, dia menganggap Pemkot Samarinda lalai dalam melakukan pengawasan pembangunan, khususnya pembangunan ruko yang berada di Jalan Siradj Salman tersebut.

Lebih spesifik dia menjelaskan, pembangunan Ruko itu harusnya sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan(IMB) yang diajukan, tidak boleh sampai melanggar peraturan atau IMB yaitu jarak antara Garis Sempadan Pagar (GSP) dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) karena hal tersebut tidak sesuai dengan Perda Nomor 2 tahun 2014 tentang Tata Ruang Wilayah Kota Samarinda.

“Pemerintah Kota Samarinda harus tegas terhadap pengembang yang nakal, jangan hanya terima retribusinya saja tapi lalai dalam pengawasan. Seharusnya pembangunan itu memperhatikan azaz manfaat, keadilan, serasi, selaras, seimbang, terpadu, keselamatan dan keamanan,“ ujar Nhazar.

Nhazar menambahkan, Pemerintah Kota Samarinda untuk bersikap tegas dengan meminta ganti rugi atau melakukan pembongkaran serta menindak dinas terkait yang lalai dalam pengawasan pembangunan ruko tersebut. Diperkirakan dalam waktu dekat Ia beserta rekan-rekannya yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa(FAM) Kaltim akan menyurati dinas terkait dan melakukan mediasi ke DPRD Kota Samarinda.

“Kami kawal sampai tuntas, dalam waktu dekat kami akan menyurati dinas terkait dan melakukan mediasi ke dewan, karena ini penting kedepannya agar hal-hal seperti ini tidak terulang dan akan jadi tolak ukur Pemkot Samarinda dalam menata kota khususnya dalam menertibkan bangunan-bangunan yang tidak sesuai IMB,“ tambahnya.

Dikonfirmasi melalui via seluler, Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal menanggapi terkait bangunan ruko tersebut. Dia mengatakan sudah mendengar bahwa ada laporan masyarakat yang masuk ke DPRD Kota Samarinda. Rencananya dia dan rekan-rekan Komisi I DPRD Kota Samarinda akan melakukan sidak. Namun terkait apakah bangunan Ruko di Jalan Siradj Salman tersebut tidak sesuai IMB, dia belum berani memastikan dan akan menelusuri terlebih dahulu.

“Karena itu memang ada laporan dari warga, saya dengar itu. Cuma apakah betul tidak sesuai dengan izinnya, ini yang perlu kita telusuri. Jadi saya tidak bisa memberikan pernyataan kalau belum melihat dari sisi fakta yang ada di lapangan, rencananya saya dan teman-teman Komisi I akan turun ke lapangan,” pungkasnya. #

Wartawan : Ahmadi

Comments are closed.