Capai Pengurangan Emisi 22 Juta Ton Co2, Bappeda Kaltim Siap Sambut Worldbank

oleh -90 Dilihat
Saur Parsaroan Tampubolon, Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Kaltim.

BERITAKALTIM.CO– Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kaltim siap memfasilitasi serah terima Emission Reduction Payment Agreement (ERPA) antara Kementerian Kehutanan dan Worldbank pada akhir Oktober mendatang.

Serah terima ERPA ini disebut akan menghimpun total dana yang dikalkulasikan bernilai sebanyak 110 Juta US$. Hal ini diungkap oleh Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Kaltim, Saur Parsaroan saat diwawancarai Beritakaltim, Selasa (20/10/2020).

“Melalui program kolaborasi Forest Carbon Parternship Facility (FCPF) yang baselinenya (tolak ukur dasar) adalah akumulasi jumlah deforestasi di Kaltim sebanyak 2006-2016 dengan menggunakan faktor koreksi (Uncertainity and Buffer) mengukur lahan sebesar 1.410.563 Hektar. Kaltim berhasil mengurangi sebanyak sekitar 61.3 Juta ton Co2 Ekuivalen,” ucap Saur saat diwawancarai via telepon.

Melalui perhitungan tersebut, Saur mengatakan bahwa Kaltim sebenarnya masih memiliki sisa emisi bersih. Namun, Worldbank hanya menyediakan anggaran untuk membayar 22 Juta Ton. Yang harganya dihitung sebanyak 5 US$ per Karbonnya. Sehingga melalui perhitungan tersebut, Kaltim berhasil mendapatkan insentif sebanyak 110 Juta US$.

“Dari Baseline itulah kemudian kita melakukan tindakan-tindakan. Kedepannya sendiri Kaltim menargetkan mengurangi 86,3 Juta ton Karbon sepanjang 2020-2024,” jelasnya.

Sehingga Saur mengatakan bahwa pihak Bappeda tinggal menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait waktu serah terimanya. Terkait kapan hal tersebut akan dilaksanakan, Saur sendiri membeberkan bahwa melihat dari jadwalnya pada akhir Oktober ini perjanjian serah terima tersebut sudah ditandatangani.

“Untuk persiapan terkait pelaksanakan proyek penurunan emisi ini kita seluruhnya sudah siap,” pungkas Saur. #

Wartawan: Sam

No More Posts Available.

No more pages to load.