BeritaKaltim.Co

Disdikbud Perketat Perizinan Bagi Yang Ingin Dirikan PAUD

 

 

BONTANG, BERITAKALTIM.CO–Belum lepas dari ingatan, dua guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di Samarinda, Kalimantan Timur ini menjadi tersangka karena anak asuhnya lepas dari pengawasan dan ditemukan tewas mengenaskan di sungai.

Kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi guru dan pihak yang membidangi dunia pendidikan terkhusus PAUD.

 

Tentunya masih segar diingatankita dengan kejadian hilangnya seorang anak usia dini disalah satu tempat penitipan anak dan sang anak ditemukan tidak bernyawa disalah satu drainase yang terjadi di Kota Samarinda.

 

Tentunya hal tersebut menjadi pemebelajaran bagi banyak pihak yang memiliki anak usia dini baik orang tua maupun bagi para tenaga didik anak usia dini.

 

Menanggapi hal tersebut Yuti Nurhayati Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menuturkan bahwa sarana dan prasarana (sarpras) sekolah PAUD harus dibuat secara khusus. Oleh dari itu pihaknya untuk persyaratan pendirian PAUD memperketat dalam hal perizinan.

 

Karena dalam mendirikan sebuah sekolah PAUD diharuskan petunjuk tekhnis (Juknis) yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud. Hal utama yang harus diperhatikan tentunya adalah safety (keamanan) bagi para anak usia dini. Yuti pun bersyukur selama dirinya menjabat di Disdikbud Bontang hal tersebut belum pernah terjadi di Bontang.

 

“Alhamdulillah selama 5 tahun lebih saya mengabdi disini (Disdikbu) belum pernah terjadi hal demikian dan semoga sja tidak akan pernah. Seperti meja tidak boleh tajam sisinya namun harus tumpul sehingga tidak melukai anak ketika terbentur,” ujarnya, Senin (02/11/2020), pagi. Saat ditemui diruang kerjanya.

 

“Tidak diperbolehkan menanam tanaman yang memiliki duri dan tidak boleh dekat dengan sungai,” tambahnya.

 

Ia menjelaskan, ketika ada pihak yang ingin mendirikan sebuah sekolah PAUD tentunya harus mengacu pada Jukni dari Kemndikbud seperti luas tanah, hak kepemilikan tanah dan memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk saat ini.

 

 

“Kalau dulu jika ingin mendirikan PAUD yang penting masyarakatnya mau ya sudah langsung dibangun namun seiring perjalanan, sekarang wajib punya IMB,” terangnya.

 

Diakuinya, saat ini pihaknya, sedang dalam proses tertib administrasi bagi sekolah PAUD yang belum memiliki IMB mengingat ada beberapa sekolah PAUD yang telah berdiri lama namun belum memiliki IMB dan berdirimnya sekolah tersebut sebelum diwajibkannya setiap bangunan memiliki IMB.

 

“Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak yang bersangkutan mencari tahu berapa banyak sih PAUD di Bontang yang belum memiliki IMB. Karena jangan sampai hanya karena IMB jalannya dunia pendidikan terhenti dan IMB juga penting tentunya. Jadi kami tengah mencari win-win solution bagaimana caranya pendidikan tetap berjalan dan pengurusan IMB juga tetap berjalan,” jelasnya.

Sedangkan, bagi tenaga pengajar di sekolah PAUD diwajibkan memiliki gelar sarjana PAUD. Tetapi jika ada guru PAUD yang memiliki gelar sarjana di luar sarjana PAUD atau hanya memiliki pendidikan SMA maka wajib mengikuti pelatihan tentang PAUD.

“Jadi untuk diluar sarjana PAUD wajib ikut pelatihan-pelatihan PAUD yang memiliki tiga tingkatan seperti pelatihan dasar, pelatihan lanjutan dan pelatihan tingkat mahir,” jelasnya.

 

“Karena mengajar di sekolah PAUD tidak sama dengan mengajar anak SD, SMP dan SMA. Jadi karena itu, kami selalu menyampaikan kepada guru PAUD, bahwa sudah ketetapan hidupku menjadi guru PAUD di Kota Bontang. Mengajarlah menggunakan hati maka akan sampai ke hati pula. Jika mengajar menggunakan pikiran maka hanya sampai di pikiran saja,” tutupnya.#

 

Wartawan : JIS

 

Disdikbud Perketat Perizinan Bagi Yang Ingin Dirikan PAUD

 

BONTANG, BERITAKALTIM.CO–Belum lepas dari ingatan, dua guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di Samarinda, Kalimantan Timur ini menjadi tersangka karena anak asuhnya lepas dari pengawasan dan ditemukan tewas mengenaskan di sungai.

Kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi guru dan pihak yang membidangi dunia pendidikan terkhusus PAUD.

 

Tentunya masih segar diingatankita dengan kejadian hilangnya seorang anak usia dini disalah satu tempat penitipan anak dan sang anak ditemukan tidak bernyawa disalah satu drainase yang terjadi di Kota Samarinda.

 

Tentunya hal tersebut menjadi pemebelajaran bagi banyak pihak yang memiliki anak usia dini baik orang tua maupun bagi para tenaga didik anak usia dini.

 

Menanggapi hal tersebut Yuti Nurhayati Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menuturkan bahwa sarana dan prasarana (sarpras) sekolah PAUD harus dibuat secara khusus. Oleh dari itu pihaknya untuk persyaratan pendirian PAUD memperketat dalam hal perizinan.

 

Karena dalam mendirikan sebuah sekolah PAUD diharuskan petunjuk tekhnis (Juknis) yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud. Hal utama yang harus diperhatikan tentunya adalah safety (keamanan) bagi para anak usia dini. Yuti pun bersyukur selama dirinya menjabat di Disdikbud Bontang hal tersebut belum pernah terjadi di Bontang.

 

“Alhamdulillah selama 5 tahun lebih saya mengabdi disini (Disdikbu) belum pernah terjadi hal demikian dan semoga sja tidak akan pernah. Seperti meja tidak boleh tajam sisinya namun harus tumpul sehingga tidak melukai anak ketika terbentur,” ujarnya, Senin (02/11/2020), pagi. Saat ditemui diruang kerjanya.

 

“Tidak diperbolehkan menanam tanaman yang memiliki duri dan tidak boleh dekat dengan sungai,” tambahnya.

 

Ia menjelaskan, ketika ada pihak yang ingin mendirikan sebuah sekolah PAUD tentunya harus mengacu pada Jukni dari Kemndikbud seperti luas tanah, hak kepemilikan tanah dan memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk saat ini.

 

 

“Kalau dulu jika ingin mendirikan PAUD yang penting masyarakatnya mau ya sudah langsung dibangun namun seiring perjalanan, sekarang wajib punya IMB,” terangnya.

 

Diakuinya, saat ini pihaknya, sedang dalam proses tertib administrasi bagi sekolah PAUD yang belum memiliki IMB mengingat ada beberapa sekolah PAUD yang telah berdiri lama namun belum memiliki IMB dan berdirimnya sekolah tersebut sebelum diwajibkannya setiap bangunan memiliki IMB.

 

“Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak yang bersangkutan mencari tahu berapa banyak sih PAUD di Bontang yang belum memiliki IMB. Karena jangan sampai hanya karena IMB jalannya dunia pendidikan terhenti dan IMB juga penting tentunya. Jadi kami tengah mencari win-win solution bagaimana caranya pendidikan tetap berjalan dan pengurusan IMB juga tetap berjalan,” jelasnya.

Sedangkan, bagi tenaga pengajar di sekolah PAUD diwajibkan memiliki gelar sarjana PAUD. Tetapi jika ada guru PAUD yang memiliki gelar sarjana di luar sarjana PAUD atau hanya memiliki pendidikan SMA maka wajib mengikuti pelatihan tentang PAUD.

“Jadi untuk diluar sarjana PAUD wajib ikut pelatihan-pelatihan PAUD yang memiliki tiga tingkatan seperti pelatihan dasar, pelatihan lanjutan dan pelatihan tingkat mahir,” jelasnya.

 

“Karena mengajar di sekolah PAUD tidak sama dengan mengajar anak SD, SMP dan SMA. Jadi karena itu, kami selalu menyampaikan kepada guru PAUD, bahwa sudah ketetapan hidupku menjadi guru PAUD di Kota Bontang. Mengajarlah menggunakan hati maka akan sampai ke hati pula. Jika mengajar menggunakan pikiran maka hanya sampai di pikiran saja,” tutupnya.#

 

Wartawan : JIS

Comments are closed.