BeritaKaltim.Co

Saparuddin : Toleransi Itu Penting Dalam Dunia Pendidikan

 

 

BONTANG, BERITAKALTIM.CO–Ramainya dijejaring social, adanya seorang guru disalah satu SMA Negeri di Jakarta yang memberikan interpesi kepada murid terkait pemilihan Ketua Osis disekolah tersebut. TS (oknum guru) diketahui mengajak siswa dalam sebuah grup WhatsApp untuk tak memilih calon ketua OSIS non-Muslim.

 

Foto percakapan itu pun viral di media sosial sehingga menimbulkan reaksi beragam di tengah masyarakat. Mirisnya guru tersebut merupakan mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti.

 

Menanggapi hal tersebut Saparudin Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdibud) Bontang mengatakan jika tindakan guru tersebut adalah tindakan rasis dan tidak layak sebagai pendidik. Iapun bersyukur hingga saat ini hal tersebut tidak pernah terjadi di Kota Bontang.

 

“Yang namanya toleransi itu wajib. Alhamdulillah, yang seperti itu tidak pernah terjadi di tempat kita (Bontang) antara muslim dan non muslim,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Seni (02/11/20).

 

Menurutnya, seharusnya guru tersebut sebagai seorang pendidik tidak seharusnya melakukan itu. Karena setiap peserta didik berhak mendapatkan pendidikan yang seimbang dan tidak dominan hanya kesalah satu peserta didik saja.

 

“Untuk dunia pendidikan semua pelajar wajib mendapatkan porsi dan hak yang sama. Apa ada jaminan jika ketua osis tersebut dipimpin seorang muslim bisa lebih baik atau sebaliknya, kan tidak ada. Semua kembali kepada pribadi peserta didiknya lagi,” sebutnya.

 

“Semua dasarnya adalah Hak Asasi Manusia (HAM),” tambahnya.

 

Diakuinya, Bontang dengan misi Smart City memiliki toleransi beragama yang tinggi. Karena ada beberapa sekolah di Bontang yang memiliki kepala sekolah dengan memiliki agama non muslim. Karena tidak ada aturan yang mengikat harus agama A yang harus mejadi seorang pemimpin disekolah.

 

“Kami punya kepala sekolah yang agama non muslim. Sekolah adalah milik bersama bukan sekolah agama. Dan tidak ada aturan terkait perbedaan agama,” tuturnya#

 

Wartawan : JIS

 

Comments are closed.