BeritaKaltim.Co

Bawaslu Samarinda: Jaga Estetika Kota Saat Pemasangan APK

BERITAKALTIM.CO – Selain Liasion Officer (LO) tiap paslon yang datang dalam penyerahan secara simbolis untuk Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK) yang difasilitasi oleh KPU Samarinda, Abdul Muin selaku ketua Bawaslu Samarinda pun nampak hadir.

Muin menyampaikan bahwa pemasangan APK mesti sesuai dengan titik yang telah disepakati antara LO, paslon, KPU, dan termasuk Bawaslu.

Hal tersebut akan menjadi perhatian Bawaslu dan Muin berharap di dalam pengawasannya, APK tetap tertata dengan baik. Mengingat anjuran dari Pemkot Samarinda pula yang meminta paslon agar tetap menjaga estetika kota.

Kemudian, pada saat minggu tenang yang akan berlangsung pada 6-8 Desember 2020 nanti, paslon bisa proaktif menertibkan. Sebab sesuai aturan yang ada, ketika minggu tenang tidak boleh lagi ada APK atau BK yang terpasang di mana pun. Masa kampanye sudah habis.

“Ketertiban dan ketaatan terhadap aturan itu menjadi harapan kita yang nantinya bisa dikedepankan bagi semua paslon,” ungkap Muin.

Sesuai aturan yang sudah jauh-jauh hari disosialisasikan oleh KPU, paslon juga diberi kesempatan untuk mencetak sendiri APK dan BK mereka. Tentu sesuai dengan porsi yang sudah ditetapkan.

KPU pun mempunyai kewajiban untuk memfasilitasi APK dan BK. Terpenting adalah ketika APK dan BK yang terpasang itu desainnya sudah sesuai dengan aturan. Termasuk ukurannya.

Sehingga tidak ada alasan bagi Bawaslu Samarinda untuk menurunkan APK dan BK yang telah dicetak paslon. Kecuali ketika minggu tenang, semua sudah harus bersih tanpa ABK dan BK.

Muin juga kembali mengingatkan jika seandainya masih ada APK atau BK yang desain dan ukurannya tidak sesuai dengan aturan dari KPU, maka pihak paslon bisa segera menertibkannya. Menurutnya, itu menjadi hal yang begitu krusial.

Titik-titik pemasangan APK sudah diatur di tiap kecamatan dan kelurahan. Termasuk titik-titik yang tidak boleh dipasangi APK. Beberapa di antaranya seperti rumah ibadah, sekolah, dan kantor pemerintahan. #

Wartawan: Hard

Comments are closed.