BeritaKaltim.Co

Reses Suryani tak Dihadiri Dishub dan Dinas PU

BERITAKALTIM.CO- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan Fraksi Golkar, Suriyani, melaksanakan Reses masa sidang III tahun 2020 di daerah pemilihan (Dapil) Balikpapan Timur meliputi empat kelurahan, yakni Kelurahan Manggar, Manggar Baru, Lamaru dan Teritip.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, seharusnya juga dihadiri oleh Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum (PJU) Balikpapan.

“Saya kecewa tidak ada yang datang dari Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum padahal kemarin sudah diundang tapi tidak datang. Inikan suara rakyat setidaknya hadir,” tukasnya.

Suryani mengatakan, Reses kali ini tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga undangan masyarakat dibatasi masyarakat dapat menyampaikan unek-uneknya disini.

” Mudah-mudahan semua dapat terealisasi di tahun 2021,” ucapnya.

Ia menjelaskan, penyampaian aspirasi masyarakat tersebut terkait pendidikan, drainase, semenisasi, penerangan lampu jalan (PJU).Seperti kita ketahui wilayah Balikpapan Timur, kendalanya dikarenakan drainase yang mengakibatkan banjir.

“Kami betul-betul kawal ini terutama juga provinsi karena yang kena imbasnya kami ini, provinsi paling tidak betul-betul harus diperhatikan. Balikpapan Timur yang paling banyak banjir, kendalanya di situ,” tutur Suriyani.

“Ke depan nantinya akan betul-betul dikawal dengan cara berkoordinasi dengan provinsi agar bisa bersama-sama membicarakan terkait permasalahan banjir ini,” jelasnya.

Adanya persoalan baru karena jalan tol yang berdampak banjir di sekitar perumahan. Untuk itulah, dirinya bersama provinsi akan membuat pansus jalan tol untuk mengupas lebih lanjut.

“Kasihan masyarakat di situ setiap hujan pasti selalu banjir, mungkin nanti bisa bekerja sama dengan Komisi III, Badan Anggaran kami bisa dibahas. Sudah pernah disidak juga dengan provinsi,” ucapnya.

Dan tak kalah pentingnya pembahasan pendidikan di wilayah Balikpapan Timur meskipun sudah ada titik terang untuk membangun sekolah menengah pertama (SMP), karena disini ada lahan yang bisa dibangun hanya saja tinggal membebaskan lahan.

“Ada 8 hektare yang bisa dibangun sekolah terutama di bagian trans seperti yang disampaikan Ketua RT 39 Ajeng, cukup sekali untuk bangun sekolah,” tuturnya.

Begitu juga dengan sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah Balikpapan Timur juga diusulkan karena kurangnya sekolah tersebut. Seperti yang dikatakan oleh warga, rencananya akan ada pembangunan sekolah terpadu di lokasi Borneo Paradiso.

“Mudah-mudah itu teralisasi juga,” harapnya. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.