BeritaKaltim.Co

Komisi III Dukung Raperda Budaya Lokal Kota Bontang

BONTANG, BERITAKALTIM.CO–Komisi III DPRD Kota Bontang, menggelar Rapat Kerja dalam rangka Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Bontang Tentang Pemberdayaan Lembaga Adat Dalam Pelestarian Kebudayaan Lokal.

Raker tersebut pun dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Amir Thosina, yang dihadiri anggota komisi lainnya. Rapat Kerja pembahasan Raperda ini pun melibatkan Tim Asistensi Raperda Kota Bontang, yang digelar di Ruang Rapat Setwan lantai II DPRD Bontang, Senin (09/11)pagi.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang Amir Thosina menuturkan, rapat kerja kali ini adalah langkah awal yang dilakukan dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk tahun 2021.

“Kami masih akan bahas secara internal. Progress ini juga baru dimulai, tapi kami sangat berharap dalam waktu 2 Minggu kedepan sudah ada sinyal. Dan untuk rapat kerja lanjutan pembahasan Raperda Kota Bontang sudah memasuki kisi–kisi Pembahasan Raperda,” tuturnya saat ditemui awak media.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, dengan adanya dilakukan pembahasan raperda ini bertujuan, memberikan berupa penghargaan kepada budaya dan paguyuban yang berkecimpung di Kota Bontang.

“Supaya di Kota Bontang bisa ada semacam penghargaan kepada para budayawan atau paguyuban yang sudah berkecimpung di Bontang. Terutama adat Bontang Kuala. Untuk mengikat mereka, jadi tidak ada persoalan yang terjadi,” imbuhnya.

Amir Thosina pun sangat berharap peran pemerintah bisa memberikan perhatian khusus, sehingga kedepannya budaya lokal yang ada di Kota Bontang dapat terjaga kelestariannya.

“Kita harus perjuangkan budaya lokal yang ada di Kota Bontang dan mensupport anggaran, agar bisa lebih terjaga kelestariannya dan bisa menjadi daya tarik wisatawan dan meningkatkan PAD,” tandasnya.

Adapun Raperda tersebut untuk Komisi III akan mengusulkan dua Perda, Yakni Perda tentang Mitigasi Penanggulangan Bencana dan Perda Adat Budaya lokal, dengan menunjuk tiap-tiap satu Orang koordinator di Komisi III untuk 2 Perda tersebut.#

Wartawan : Ph

Comments are closed.