BeritaKaltim.Co

Gali Potensi Wisata di Hulu Mahakam

BERITAKALTIM.CO- Dalam rangka membangun komunikasi antara pemerintah daerah dan jurnalis, Dinas Komunikasi dan Informarsi (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengundang puluhan awak media mengikuti acara Gathering Jurnalis pada Sabtu, (7/11/2020).

Ada 20 jurnalis dari 18 media mendapat kesempatan mengikuti acara gathering ini. Mereka diajak menyusuri Sungai Mahakam menggunakan kapal Queen Orca Houseboat. Dalam kesempatan itu juga rombongan diajak singgah di desa-desa budaya tepian Sungai Mahakam.

Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Pubilik (Kabid PKP) Diskominfo Kukar, Ahmad Rianto berharap dengan kegiatan ini para jurnalis dapat menggali dan menyampaikan potensi tempat-tempat yang dikunjungi.

“Kami mengatur jurnalis untuk datang ke suatu tempat untuk menjelajahi seni dan budayanya, karena jurnalis dapat menyampaikan potensi desa dan membantu menggalinya lagi,” terangnya.

Ahmad Rianto juga berharap terbangun komunikasi antar pemerintah daerah dan jurnalis. Harapannya, hubungan ini dapat menunjang dan membangun potensi objek wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Destinasi pertama yang dikunjungi rombongan jurnalis adalah Desa Budaya Lekaq Kidau, Kecamatan Sebulu, Kukar. Kedatangan rombongan disambut dengan upacara adat “Terima Sakai’” yang dipimpin oleh sesepuh adat.

Di desa dengan mayoritas warganya merupakan suku Dayak Kenyah ini memiliki rumah adat yang disebut lamin adat. Di dinding dan tiangnya dipenuhi dengan berbagai ukiran dan hiasan unik suku mereka. Di rumah adat ini rombongan disuguhkan pertunjukan tarian adat khas Dayak Kenyah.

Pejabat Kepala Desa Lekaq Kidau, Adang mengaku sangat antusias menyambut kedatangan rombongan Jurnalis yang dipimpin Ahmad Rianto ini. Ia berharap kegiatan ini akan memberikan dampak manfaat bagi desa yang telah dijadikan sebagai desa wisata ini.

“Tujuan Gahtering Jurnalis di Desa Budaya Lekaq Kidau untuk mengangkat potensi seni budaya yang terus dilestarikan oleh Suku Dayak Kenyah. Hal ini dilakukan agar rekan-rekan jurnalis dapat menginformasikan potensi status desa budaya kepada masyarakat luas,” pungkas Ahmad Rianto. #

Wartawan: Fai

Comments are closed.