BeritaKaltim.Co

Potensi Wisata di Delta Mahakam, Ada Jejak Sejarah “Perdagangan Cina”

BERITAKALTIM.CO- Kekayaan alam yang ada di Delta Mahakam memang tidak ada habisnya. Kawasan yang berada di Kutai Kartanegara ini tidak hanya mengandung minyak dan gas yang melimpah. Area tempat bercampurnya air laut dan air asin ini juga menyimpan peninggalan jejak sejarah. Inilah kekayaan yang juga perlu digali.

Salah satu Desa yang ada di Delta Mahakam adalah Desa Sepatin. Desa ini terdiri dari 30 pulau yang tersusun di Muara sungai Mahakam. Di hamparan panjang pesisir di salah satu pulau, terhampar pecahan keramik dan kaca. Jika dilihat sekilas, tempat ini seperti tempat pembuangan sampah kaca dan keramik rumah tangga. Bukan sembarang keramik, keramik itu kebanyakan buatan Eropa abad 19.

Keramik-keramik ini kebanyakan bekas pecahan piring, mangkuk, gelas, teko, botol dan peralatan rumah lainnya. Ada juga fragmen patung kecil, kelereng kuno, koin dan uang kupeng China. Kebanyakan tenggelam di dalam lumpur sungai. Saat air sungai surut, hamparan keramik bisa dilihat menjulang sampai ke tengah sungai.

Kawasan Delta Mahakam di Desa Sepatin, Kutai Kartanegara. Lokasi banyak ditemukan pecahan keramik yang diduga peninggalan peradaban zaman dulu.

Belum diketahui keramik sebanyak ini dari mana berasal, penduduk desa percaya keramik ini dari bekas toko-toko Tianghoa di sekitar lokasi. Sebagian penduduk percaya, keramik tersebut dibawa oleh penjajah Belanda.

Tindarman, Ketua Badan Permusyawaratan Desa Sepatin menceritakan bahwa informasi yang banyak dipercaya penduduk adalah tempat ini merupakan perkampungan awal di Desa Sepatin yang sudah tidak ditinggali lagi.

“Informasi dari orang tua dulu disini adalah perkampungan besar, ketika dari orang luar mau masuk ke Samarinda harus lewat daerah sini. Disini juga dulu dipercaya banyak pedagang China yang membangun toko disini,” ujar Tindarman.

Kami mencoba mencari dan membawa beberapa keramik. Dari hasil penelusurannya, keramik itu diketahui sebagai keramik Eropa yang lazim diproduksi pada abad ke-19 Masehi. Ada juga serpihan keramik sekilas mirip buatan China abad ke-16.

Label yang masih jelas terbaca adalah Petrus Regout Maastricht. Label Petrus Regout Maastricht merujuk pada nama Petrus Regout (1801-1878), pedagang kaca dan gerabah di kota Maastricht, Belanda.

Ada juga label Société Céramique. Label ini merujuk pada sebuah perusahaan tembikar Belanda yang berdiri pada tahun 1863 dan Keramik buatan Jerman dengan tulisan “Made in Germany” buatan Bremen Germany tahun 1890.

Selain keramik ada puluhan beragam botol yang masih utuh. Botol-botol ini diketahui sebagai botol minuman dari Eropa, Amerika dan Australia era abad ke-19 dan awal abad-20 Masehi. Botolnya bervariasi, dari tempat vitamin, minuman lemon hingga minuman keras.

Botol paling cantik di hamparan keramik itu adalah botol Brookes Lemos, botol minuman Lemon premium asal Australia diketahui dikeluarkan oleh C.M. Brooke & Sons Property pada tahun 1910.

Di sisi botol, tulisan embos BROOKE’S LEMOS masih terpampang jelas dan kuat. Di sisi lainnya juga tertulis nama-nama kota dunia sebagai tempat penjualan resmi dan legalnya: Melbourne Aust, Christchurch NZ, New York USA.

Botol utuh lainnya adalah botol minyak ikan kod Scott’s Emulsion. Botol ini dikeluarkan oleh Scott & Bowne Manufasturing Chemists, New York tahun 1890.

Kepala Desa Sepatin Mustamin mengatakan jika hamparan keramik kuno ini sudah lama diketahui oleh penduduk. Bahkan, penduduk banyak yang mencari benda-benda cantik dan antic untuk koleksi atau barang yang masih bisa digunakan. Kades berharap bukti-bukti ini dapat diteliti dan ditelusuri lebih jauh.

“Kami sering mengusulkan untuk penelitian dan penggalian-penggalian sejarah,” ujar Mustamin. #

Wartawan: Fai

Comments are closed.