BeritaKaltim.Co

Pilkada Kota Samarinda, KPPS dan Pam TPS akan Lakukan Tes Rapid

BERITAKALTIM.CO- Pada 24 November nanti, KPU akan menetapkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sebanyak 13.734 dan Pam TPS sebanyak 3.924. Proses tes rapid pun wajib dilalui. Sebab sesuai dengan ketentuan, tes rapid dilaksanakan setelah ditetapkan.

Dijelaskan M Najib, komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipan Masyarakat, dan SDM, KPU akan bekerja sama dengan 36 fasilitas kesehatan (faskes) yang direkomendasikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda.

“KPU sudah melakukan monitoring terhadap situasi dan kondisi faskes. Termasuk kesiapan dan kemampuan tenaga kesehatan di masing-masing faskes. Ada pun pemetaannya, nanti akan kami diskusikan dengan PPK. Agar seluruh faskes bisa melayani KPPS dan Pam TPS,” lanjut Najib.

KPU juga memikirkan agar KPPS dan Pam TPS tidak terlalu jauh menjangkau faskes di tempat tinggal masing-masing. Jadwal pemeriksaan pun akan diatur sesuai dengan jam bekerja KPPS. Misalkan pada siang hari bekerja, maka tesnya akan berlangsung pada malam hari.

“Sejumlah faskes menyatakan kesiapannya untuk membantu dan mendukung kelancaran pelaksaan tes rapid. Dengan pola siap jemput bola dengan turun ke wilayah atau lokasi-lokasi KPPS dan Pam TPS berada di tiap kelurahan,” beber Najib.

Pada prinsipnya, KPU akan menunggu hasil kombinasi antara PPK dan PPS terhadap faskes. Lalu, akan berdiskusi dan rapat koordinasi bersama PPK dan akan ditindak lanjuti dengan perjanjian kerja sama KPU dan faskes itu.

Dalam keputusan KPU Nomor 476/2020 disebutkan bahwa kewajiban calon KPPS dan Pam TPS untuk mengikuti tes rapid dan hasilnya harus non-reaktif. Seandainya reaktif, maka dianjurkan untuk dilakukan tes swab agar memastikan hasilnya positif atau negatif. Kalau tes swab dan hasilnya positif, akan dilakukan penggantian personel, baik yang ada di KPPS atau Pam TPS.

“Biaya tes rapid per orang per pemeriksaan sudah disepakati dengan faskes sebesar Rp 130 ribu. Jadi kita berharap dari pemeriksaan itu bisa menghindarkan kekhawatiran masyarakat terkait kasus positif,” pungkas Najib. #

Wartawan: hard/*

Comments are closed.