BeritaKaltim.Co

Bontang Diserang Wabah Flu Burung, drh. Riyono : Minta Warga Jaga Kebersihan.

 

BONTANG, BERITAKALTIM.CO–Sejak memasuki Minggu akhir bulan lalu tepatnya pada 20 Oktober wabah virus Avian Influensa (AI) atau yang lebih dikenal dengan Flu Burung kembali menyerang Kota Bontang. Lokasi penyebaran Flu burung tepatnya di Kelurahan Bontang Baru dan Kampung Jawa.

Drh. Riyono selaku selaku Kasi Pelayanan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang mengatakan jika hingga pada Rabu (18/11/2020), siang.

Sudah tercatat ratusan unggas yang mati dikarenakan flu burung. Kejadian unggas yang mati secara mendadak tersebut dijelaskannya bahwa pihaknya menerima laporan sekira tanggal 19 Oktober lalu dan pihaknya melakukan peninjauan lapangan pada tanggal 20 Oktobe, saat berada dilapangan namun bangkai dari unggas yang mati sudah tidak ditemukan lagi hingga saat ini laporan .

“Yang terlapor hingga kemarin ada 333 unggas mati. Sedangkan untuk laporan yang kami terima hari ini belum direkap datanya kemungkinan malam baru selesai,”ujarnya saat dihubungi via telepon melalui sambungan WatsApp, Kamis (19/11), sore.

“Rata-rata kejadiannya hampir sama, satu minggu yang lalu baru ada laporan. Kita datangin ayamnya sudah gak ada,” sambungnya.

Diungkapnya, jika flu burung sudah bersifat zoonosis maka akan dapat menular kepada manusia ketika terjadinya kontak secara langsung antara manusia dan unggas maupun tersentuh dari kotoran dari unggas yang mengidap flu burung.

“Potensi penularan ada apalagi jika sifatnya sudah zoonosis. Hal itu terjadi jika terjadi kontak antara manusia dan unggas” sebutnya.

Lanjutnya, hingga saat ini pihaknya tengah focus pada pengendalian sehingga wabah dari flu burung tersebut tidak semakin meluas. Salah satunya dengan melakukan penyemprotan disinfektan.

“Pendataan yang coba kami lakukan saat ini tujuannya bukan untuk membuat heboh tapi untuk melakukan pencegahan sehingga wabah flu burung ini tidak semakin meluas penyebarannya. Dan kalau bisa kelurahan tersebut dilakukan isolasi,. Dan saat ini kami sudah melakukan pencegahan dengan melakukan disinfektan terhadap kandang-kandang unggas milik warga,”

Riyono menyebutkan, tidak ada tanda klinis pada unggas namun unggas mati secara mendadak, dan setelah unggas mati baru nampak ciri-ciri seperti kepala dan gelambir yang kebiru biruan serta bengkak.

“Ciri terakhir, akan muncul bintik-bintik di tubuh unggas berwarna merah kebiruan. Umumnya di Jengger, dada dan di kaki (bagian yang tidak ditumbuhi bulu,” jelasnya.

Katanya, seperti telur yang berasal dari unggas yang dinyatakan positif flu burung tetap aman untuk dikonsumsi selama pengolahannya dilakukan dengan benar. “Seperti dibersihkan atau dicuci dengan baik dan direbus dengan benar-benar matang. Sedangkan untuk daging ayam disarankan untuk tidak dikonsumsi” bebernya.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak panik dan selalu menjaga kebersihan lingkungan. “Terutama bagi yang memiliki peliharaan unggas untuk benar-benar memperhatikan kebersihan dari kandang unggas,” tutupnya.#

Wartawan : Jis

Comments are closed.