BeritaKaltim.Co

JAMPER Penuhi Panggilan Polresta Samarinda Terkait Laporan Dugaan Tambang Ilegal

BERITAKALTIM.CO- Sejumlah wilayah di kota Samarinda terus dihantui aktivitas penambangan batu bara ilegal, bahkan terkadang dilakukan tak jauh di sekitar pemukiman warga. Hal ini terus mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Terbaru, Jaringan Mahasiswa Pemuda Pembaharu (JAMPER) Kaltim melaporkan dugaan tambang ilegal ke Polresta Samarinda beberapa minggu yang lalu.

Terkait laporan tersebut, Ketua JAMPER Kaltim Ahmad Husaini didampingi Sekjen JAMPER Kaltim Iwan Hade mendatangi Kantor Polresta Kota Samarinda di Jalan Slamet Riyadi, Karang Asam Ulu, Rabu (25/11/2020).

Kedatangan perwakilan JAMPER tersebut terkait memenuhi panggilan Polresta Samarinda untuk dimintai keterangan dalam laporan mereka mengenai adanya dugaan aktivitas tambang ilegal di daerah Kecamatan Sambutan dan Kecamatan Sempaja Utara Samarinda.

“Pemeriksaan tadi terkait laporan dugaan illegal mining yang ada di Kota Samarinda di daerah makroman kecamatan sambutan dan sei siring kecamatan Sempaja utara. Bahwa dalam hal ini jamper telah melakukan investigasi dan menemukan dugaan kegiatan penggalian batu bara ilegal di dua lokasi tersebut, dibuktikan dengan adanya eksavator, dump truck dan adanya batu hasil galian. Namun kami belum tau siapa yang menjadi dalang dari kegiatan yang diduga illegal mining tersebut. Makanya kami laporkan hal ini ke Polresta Samarinda,” urai Ahmad Husaini ditemui usai pemeriksaan.

Ahmad berharap, setelah pemeriksaan ini ada tindaklanjut dari Polresta Samarinda agar bisa mengambil tindakan sesuai prosedur hukum guna memberantas tambang ilegal di Kota Samarinda.

“Kami meminta Polresta Samarinda segera melakukan penyidikan atas laporan kami. Bila laporan kami sampai minggu depan tidak ditindaklanjuti maka kami akan melakukan aksi di depan polres Samarinda,” ungkapnya.

Terakhir, Ia pun menyoroti terkait komitmen para calon Wali Kota Samarinda yang sedang sibuk berkontestasi dalam masa kampanye. Bahwa menurutnya, sampai sejauh ini belum ada program-program yang ditawarkan, baik visi dan misi yang disampaikan para kandidat terkait solusi mencegah dan menanggulangi maraknya tambang ilegal di Kota Samarinda.

“Kami berharap juga kepada seluruh kontestan pilkada dalam hal ini calon wali kota dan wakil wali kota samarinda agar sama-sama berkomitmen, bilamana terpilih mendapatkan amanat dari rakyat agar bertindak tegas terhadap oknum atau kelompok pencuri hasil bumi di Samarinda. Karena sampai saat ini kami tidak melihat adanya pernyataan resmi atau komitmen yang jelas dari para kontestan pilkada Samarinda untuk menindak tegas kegiatan illegal minning itu,” pungkasnya. #

Wartawan : Ahmadi

Comments are closed.