BeritaKaltim.Co

Kejagung Limpahkan Tersangka Haji Bima ke Kejari Kukar, Kasus Illegal Mining

BERITAKALTIM.CO- Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara telah menerima berkas limpahan dari Mabes Polri terkait kasus penambangan ilegal di Desa Beloro Kecamatan Sebulu dengan tersangka Bima Munawar.

Limpahan berkas perkara tersebut diterima oleh Kejari Kukar tertanggal 24 November 2020 dengan status pemberkasan tahap 2 atau P19.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kutai Kartanegara, Frendra mengatakan untuk tersangka yang akrab dipanggil Haji Bima sudah dititipkan di tahanan Polres Kukar.

“Tersangkanya Haji Bima Munawar ada di tahanan polres kukar,” ujar Frendra saat ditemui di kantornya Jalan Danau Aji, Tenggarong, Kamis (26/11/2020).

Pihak Polres Kukar membenarkan adanya tahanan titipan yang berasal dari Mabes Polri dan Kejaksaan Agung di Jakarta. Penitipan tahanan lantaran situasi covid-19 agar tahanan tidak menumpuk atau over kapasitas dalam sel tahanan.

Dalam perkara tersebut juga disita beberapa alat bukti berupa tumpukan batu bara, 2 unit dum truck DT 6, 19 unit truck DT 10.

“Barang bukti yang disita, tumpukan batu bara, 2 unit dum truk DT 6, 19 unit truck DT 10 dan 2 unit eksavator. Ya sekarang jaksa penuntut umum Kejari sedang menyusun dakwaan untuk dilimpahkan ke pengadilan negeri Kutai Kartanegara,” bebernya.

Dalam surat limpahan dari Mabes Polri tertera bahwa tersangka Bima Munawar melanggar pasal 89 ayat 1 huruf a dan b junto pasal 17 ayat 1 huruf a dan b UU nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan atau perusakan hutan atau pasal 158 UU nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas UU nomor 4 tahun 2009 tentang minerba.

Mabes Polri menangka Bima Munawar ketika beroperasi melakukan penambangan batu bara secara illegal. Haji Bima beroperasi di Desa Beloro, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, tepatnya di kawasan eks perusahaan tambang yang telah habis izinnya.

Tim dari Reskrim Mabes Polri juga sebelumnya mengamankan Fahmi Fachrurozi yang kedapatan menambang batu bara tanpa ada izin di Dusun Antai, Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Fahmi dibawa tim Reskrim Mabes Polri ke Jakarta pada 30 September 2020 setelah mengirim surat pemberitahuan kepada pihak keluarga.

Sejauh ini belum diketahui bagaimana kasus yang menimpa Fahmi Fachrurozi. #

 

Wartawan: Heriman/ le

Comments are closed.