BeritaKaltim.Co

Paket 925 Butir Pil Ekstasi Balikpapan Diamankan BNN

BERITAKALTIM.CO- Jajaran Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama BNNP Kaltim dan BNNK Balikpapan bekerjasama dengan Bea cukai ( DJBC Kabagtim dan DJBC Kota Balikpapan ) berhasil menggagalkan upaya penyeludupan dan pengedaran gelap ratusan butir narkoba jenis ekstasi dan beberapa gram sabu yang masuk ke Kota Balikpapan.

Press rilis pengungkapan kasus tindak pidana narkoba dihadiri Kepala Kepala Kantor KPPBC TMP B Balikpapan Firman Sane Hanafiah di Kantor BNNK Balikpapan, Kamis malam (3/12/2020).

“Tadi pagi, kita (BNN) bekerja sama dengan Beacukai berhasil menggagalkan upaya penyeludupan sebanyak 925 butir pil ekstasi yang masuk ke Kota Balikpapan,” ujar Kepala BNNK Balikpapan, Kompol M Daud saat press rilis pengungkapan kasus tindak pidana narkoba.

Daud menjelaskan kronologi pengungkapan kasus ini. Adanya informasi dari warga bahwa ada pengiriman ratusan butir pil ekstasi ke Balikpapan dengan menggunakan jasa ekspedisi.

Selanjutnya dilakukan pengintaian, Tim kemudian bergerak melakukan pemantauan terhadap sejumlah paket kardus yang masuk ke salah satu ekspedisi di Balikpapan, di mana pemantauan ini dilakukan selama 4 hari.

Dan akhirnya Tim gabungan berhasil meringkus Laki Laki berinisial Jus atau Fa (33 tahun ) di Perumahan Papan Lestari Blok C, Sepinggan Balikpapan Selatan saat mengambil paket kardus makanan.

“Akhirnya kita curiga dengan pengiriman paket makanan dengan alamat Pak Budi Perumahan Papan Lestari Blok C, Sepinggan Balikpapan Selatan. Dan saat tersangka Jusman warga Parumahan Asri Balikpapan mengambil paket tersebut langsung kita ringkus, setelah paket dibuka ternyata selain makanan ditemukan ratusan pil ekstasi,” ujarnya.

Selanjutnya tersangka digiring ke rumahnya untuk dilakukan penggeledahan dan ditemukan perangkat untuk menggunakan sabu serta sabu seberat 2 gram brutto.

Daud menambahkan, informasi yang diterima, ratusan pil ektasi yang dikirim lewat darat dari Pangkalan Bun, Kalteng akan diperdagangan untuk kegiatan malam pergantian tahun di sejumlah THM di Balikpapan.

“Narkoba jenis ekstasi terbaik ini rencananya akan digunakan di malam pergantian tahun 2020 -2021, dimana satu butirnya diperdagangkan seharga 400 ribu, sehingga jika ada 925 butir artinya nilainya Rp 370.000.000 juta,” jelasnya di depan awak media.

“Asal ekstasi sebenarnya berasal dari Pontianak Kalbar dan hanya transit di Pangkalan Bun, Kalteng,” Katanya.

Sementara itu tersangka Jusman mengakui bahwa pengiriman paket ini yang kedua kalinya. Pada pengiriman pertama berhasil dan yang kedua dia tertangkap. Ia mengakui menerima upah sebesar Rp 10 juta.

“Ini pengiriman kedua, pengiriman pertama sebanyak 900 butir pil ekstasi sudah habis diedarkan, dan saya dapat upah sebesar Rp10 juta. Uang upah hasil mengedarkan narkoba ini saya gunakan untuk keperluan sehari-hari, “ ujarnya.

Barang bukti dan tersangka telah diamankan oleh pihak BNN untuk mengungkap jaringan yang terkait dalam kasus tersebut akan diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum. Dan tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat (2) sub pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.