BeritaKaltim.Co

Kejari Samarinda Berhasil Kejar Pengembalian Uang Negara Rp2,4 Miliar

BERITAKALTIM.CO- Memasuki penghujung tahun, Kejaksaan Negeri(Kejari) Samarinda menggelar konferensi pers terkait capaian kinerja selama tahun 2020 di Aula Kejari Samarinda Jalan Ir. H. Juanda, Selasa(8/12/2020).

Konferensi Pers ini sengaja digelar sehari lebih awal dikarenakan Hari Anti Korupsi yang jatuh pada tanggal 9 Desember besok bertepatan dengan hari libur Nasional pelaksanaan Pilkada Serentak. Selain itu, kegiatan ini sebagai bentuk Kejaksaan Negeri Samarinda dalam mewujudkan asas transfaransi ke masyarakat, serta sebagai bagian dari upaya bersama masyarakat untuk menegakkan hukum di Kota Tepian.

Capaian kinerja Penanganan Perkara Kejari Samarinda Bidang Tindak Pidana Khusus selama tahun 2020 tersebut yaitu 1 Penyelidikan, 1 Penyidikan, 17 Penuntutan, 9 eksekusi, 22 upaya hukum. Adapun Penyelamatan Uang Negara yang berhasil Kejari Samarinda capai yaitu Rp. 271.166.640, Pengembalian Keuangan Negara sebesar Rp. 2.417.175.442. Serta PNBP denda Rp. 409.694.000 dan Biaya Perkara Rp. 75.000.

Kepala Kejari Samarinda, Heru Widarmoko menjelaskan, selain keterbatasan personil, memang pihaknya sedikit banyaknya mengalami kendala dalam menangani perkara karena pandemi Covid-19 yang masih belum mereda. Namun upaya Kejari Samarinda dalam pemberantasan korupsi terus dilakukan optimal selama tahun 2020.

“Mungkin kinerja kita tahun ini sangat dipengaruhi oleh situasi pandemi. Misalnya pemanggilan saksi-saksi kami batasi, hingga memerlukan penambahan waktu. Namun selama pandemi ini saya merasa kinerja kita sudah sangat optimal. Penyampaian kinerja ini tetap jadi bahan evaluasi bagi kami, dan kami siap menerima masukan-masukan dari kawan-kawan dan masyarakat,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, khusus tahun 2020 ini Kejaksaan Negeri Samarinda sedang fokus menangani penyelidikan perkara dugaan korupsi dana Hibah KONI Kota Samarinda tahun anggaran 2016 dan 2019.

“Ya Kami sedang melakukan penyelidikan, tahap pulbangket. Sudah melakukan pemanggilan beberapa saksi-saksi untuk dimintai keterangan, cuma kendalanya ada beberapa pengurus yang sudah pensiun, keberadaannya diluar Samarinda, maupun ada yang meninggal dunia,” bebernya.

Disinggung mengenai laporan yang masuk baik dari ormas maupun penggiat anti korupsi, Asisten Pidana Khusus(Adpidsus) Kejari Samarinda, Johannes Harysuandy Siregar menanggapi selalu siap menerima jika ada laporan yang ingin disampaikan masyarakat. Namun Ia menghimbau agar laporan yang diberikan bisa dilengkapi dengan bukti-bukti agar memudahkan langkah Kejari untuk melakukan penyidikan.

“2020 ini kami fokus kepada perkara KONI dulu. Untuk perkara yang lain-lain mungkin di tahun 2021. Silahkan saja jika ada lembaga pemantau, lsm, atau masyarakat yang ingin menyampaikan laporan di wilayah hukum Kejari Samarinda. Namun, Kami akan telaah kembali. Kami berharap laporan yang disampaikan dengan bukti yang cukup, tidak hanya sebatas dugaan-dugaan yang tidak didukung oleh bukti-bukti yang kuat. Sehingga kami tidak meraba-raba dan tidak memunculkan fitnah kedepannya,” terangnya. #

Wartawan : Ahmadi

Comments are closed.