BeritaKaltim.Co

Program 2021, LPM Graha Indah Tingkatkan Peluang UMKM Sekitar Mangrove

BERITAKALTIM.CO- Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara (Balut) melaksanakan rapat koordinasi awal tahun 2021 di ruang rapat kelurahan, Selasa (5/1/2021) sore.

“Rapat koordinasi awal tahun ini sekaligus untuk membuat suatu program kerja tahunan. Meski seharusnya rapat dilakukan di akhir Desember 2020 sebagai rapat akhir tahun,” ungkap Ketua LPM Graha Indah Drs Syarifuddin Odang.

Dijelaskannya, bahwa rapat itu mengakhiri kegiatan tahunan, dan sebagai bahan evaluasi program-program yang dijalankan dari bulan Januari-Desember, tetapi karena kondisi yang tidak memungkinkan lantaran covid-19, maka rapat diadakan terbatas dengan menghadirikan pengurus inti saja.

” Covid-19 di Graha Indah alami peningkatan, sehingga cukup rawan untuk melakukan perkumpulan. Makanya itu ditunda, dan mengajak warga menaati aturan pemerintah,” urai politisi partai Hanura saat dikonfirmasi media beritakaltim.co.

Dalam rapat ini, Oddang menyampaikan di tahun 2019 pihaknya fokus dalam penanganan covid-19, dalam hal ini sebagai pendampingan kepada masyarakat.

Sementara untuk program di 2021 ini, LPM tetap tindaklanjut dengan kegiatan pendampingan pada masyarakat, yaitu mengedukasi aturan-aturan tentang kesehatan di tengah pandemi covid-19.

“Selain itu, kami juga ada program mendasar untuk meningkatkan UMKM di sekitar mangrove, hal ini untuk memberikan peluang usaha pada masyarakat sekitar,” akunya.

Kemudian untuk yang belum terlaksana akan diusahakan, apalagi ada tempat-tempat wisata yang memang bisa membantu masyarakat, salah satunya meningkatkan pendapatan daripada masyarakat sendiri, dan dapat menciptakan lapangan kerja.

Sedangkan untuk CSR-nya, pihaknya akan maksimalkan kepada perusahaan-perusahaan yang ada di lingkungan Graha Indah untuk membantu, mengingat ini sangat membantu perekonomian warga.

Tidak hanya LPM, ia juga minta keterlibatan pemerintah untuk membantu dari sisi kebijakan, karena mangrove yang dikelola diluar dari mangrove center ini masih milik perorangan, sehingga masih membutuhkan bimbingan yang lebih maksimal.

“Bahkan kami juga akan berkoordinasi dengan dinas perdagangan untuk membuat koperasi di lingkup LPM, yang mana sebelumnya ada di Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM),” pungkasnya. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.